Utang Budi Prabowo di Tanah Minangkabau

DAHULU, Prabowo Subianto pernah tinggal di Tanah Minangkabau. Sedikit banyaknya, cita rasa bumi Bundo itu sudah dicicipinya. Setelah itu menghilang. Kini, dia merasa bersalah dan berutang budi.


Prabowo Subianto yang kini menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) itu, selama dua hari berkunjung ke Minangkabau. Persisnya adalah Kabupaten Tanah Datar, daerah di jantung Provinsi Sumatera Barat yang mengemban julukan Luhak Nan Tuo.


Selama dua hari dia berada di situ. Pada hari pertama, Sabtu (29/4/2023), Prabowo menghadiri prosesi adat meresmikan gelar yang disandangkan kepada Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamennaker) Afriansyah Noor. Gelarnya adalah Datuak Rajo Basa.


Prosesi pengukuhan gelar itu berlangsung semarak dan meriah tapi berada dalam suasana khidmat, karena dilaksanakan di Istano Basa Pagaruyuang yang amat fenomena. Afriansyah adalah salah seorang putra asli Pagaruyuang.


Saat memberi kata sambutan pada prosesi melawekan gelar itulah, Prabowo menyebut dirinya punya utang budi, dan akan dibayar dengan cara mendirikan sekolah unggul, sebagai tempat pembibitan kader-kader pemimpin agama, bangsa, dan negara.


Selain utang budi secara pribadi, Prabowo juga menyebut Minangkabau adalah ranah yang telah mempersembahkan putra putri terbaiknya untuk kemerdekaan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

 

Menurut Prabowo, saat berusia lima tahun dia sudah menapak tanah Minangkabau, termasuk Tanah Datar yang merupakan merupakan pusek jalo pumpunan ikan di Minangkabau.

 

“Sebenarnya, saya merasa berhutang budi dengan Ranah Minang, saya belum bisa berbuat banyak untuk Ranang Minang, namun saya akan terus berupaya untuk berbuat bagi Ranah Minang,” ucap Prabowo.

 

Dia memang memiliki hubungan khusus dengan Ranah Minang dan rakyat Minangkabau ini. Saya waktu kecil, tuturnya, pernah berada di Sumatera Barat ini. Kendati masih kecil, tapi dia tak bisa meluakan bagaimana sumbangsih daerah ini terhadap perjuangan bangsa.


Rakyat Minangkabau, tegasnya, telah memberikan putra-putra terbaik untuk bangsa dan negara ini. Menhan Prabowo pun menyebut nama sejumlah tokoh nasional dari Ranah Minang yang berjasa terhadap berdirinya Republik Indonesia seperti Wakil Presiden Mohammad Hatta Wakil Presiden. Beliau adalah Bapak Proklamator RI) bersama Presiden Soekarno. Keduanya berhasil mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan memimpin perjuangan kemerdekaan RI dengan penuh resiko.

 

“Siapa yang tidak mengenal Sutan Sjahrir, seorang intelektual, perintis dan revolusioner kemerdekaan Indonesia dan juga Perdana Menteri Pertama Indonesia. Muhammad Natsir yang mengantar Indonesia dari negara Federal kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, tokoh sastrawan Sutan Takdir Alisjahbana, Tan Malaka, Mohammad Yamin dan hingga saat ini banyak tokoh-tokoh Minang yang menonjol di tingkat nasional,” ujarnya.

 

Sementara itu, Afriansyah yang menjalani prosesi malewakan gelar adat Datuak Rajo Basa dan keluarga, menyampaikan terima kasih kepada Prabowo, pejabat dari pemerintah pusat hingga daerah, pejabat dari provinsi tetangga, tokoh nasional, dan tuan rumah Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, karena telah membantu mensukseskan kegiatan.

 

“Terima kasih juga kepada kaum dan keluarga yang telah mengamanahkan gelar adat ini kepada saya, semoga saya dapat memikulnya dan menjadikan motivasi bagi saya untuk berkiprah lebih baik lagi, baik di daerah maupun di tingkat nasional,” ucapnya.

 

Bupati Tanah Datar Eka Putra juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Prabowo dan para undangan. Dia berharap, dengan pengukuhan gelar adat tersebut ibarat mambangkik batang tarandam, jadi kebanggaan bagi kaum dan keluarga, serta bermanfaat bagi anak kemenakan dan masyarakat.

 

“Dengan pengukuhan gelar adat tersebut, semoga Wamenaker semakin meningkatkan perhatian terhadap Tanah Datar dan Sumatera Barat, mengayomi dan membimbing anak kemenakan,” ujarnya.

 

Eka juga berharap kepada niniak mamak, baik dari LKAAM maupun KAN, agar membangkitkan kembali gelar-gelar soko yang ada di setiap kaum karena dengan itu fungsi dan kebesaran niniak mamak semakin meningkat kearah yang lebih baik.(musriadi musanif)

Posting Komentar

0 Komentar