Apris Buka Musyawarah Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Solok

Kemajuan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh amal usaha. Prioritas program adalah konsolidasi organisasi dan penguatan ideologi.


SOLOK, kiprahkita.com -- Muhammadiyah Daerah Kabupatan Solok, Sabtu (20/5) ini, memulai proses penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musyda), yang didahului dengan Musyawarah Pimpinan (Musypim). Musypim ini dihadiri ketua dan anggota pimpinan daerah, cabang dan ranting.


Dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat hadir Dr. Bakhtiar, M.Ag (ketua), Drs. Apris, MM (sekretaris), dan Drs. Jonisfar (Sekretaris MPKSDI PWM).


Apris dalam sambutannya menyatakan, pihaknya meyakini bahwa yang hadir dalam Musypim ini adalah para pimpinan Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga ranting.


Selanjutnya, ujar dia, kemajuan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kehadiran amal usaha Muhammadiyah. Yang dikelola Muhammadiyah dimaksud menjadi pusat unggulan dan membanggakan.


Di samping itu, ujarnya, pimpinan wilayah dan daerah mesti memiliki target kerja jauh ke depan. Begitu pula, masing-masing anggota pimpinan mesti saling berfastabiqul khairat. "Tidak ada yang saling  menjadi penonton sesama pimpinan," katanya.

 

Apris menjelaskan, agenda musypim adalah terkait dengan laporan program dan kegiatan PDM periode yang sedang berjalan. Kemudian, dibahas hal-hal yang berkaitan dengan persoalan-persoalan penting hingga selesai dan tuntas.


Sehingga, imbuhnya, tidak lagi dibawa dalam forum Musyda. Selanjutnya, menyaring dan menyeleksi calon-calon pimpinan yang akan dipilih dalam Musyda. 


Bersamaan dengan itu, Apris menegaskan program prioritas persyarikatan ke depannya dalam bentuk konsolidasi dan penguatan ideologi Muhammadiyah, seperti butir-butir muqaddimah Anggaran Dasar, MKCK, PHIM, Risalah Islam Berkemajuan dan sejenisnya.


"Kegiatannya dapat dalam bentuk perkaderan, pengkajian dan dialog ideopolitor. Para pimpinan daerah terpilih nantinya diwajibkan untuk mengikuti Baitul Arqam dan ideopolitor. Begitu pula, daerah mesti melakukan hal yang sama pada cabang, ranting, ortom dan amal usaha," tegasnya.


Selanjutnya, menurut Apris, melakukan konsolidasi organisasi. Cabang dan ranting harus kembali disehatkan. Program prioritas lain terkait erat dengan penguatan dan kemandirian ekonomi persyarikatan.


Ketua PDM Kabupaten Solok Afrizal Harun menjelaskan, Musypim dan Musyda diselenggarakan dengan mempertimbangkan waktu agar selesainya tidak larut malam.  Dua hari ini diharapkan dapat menyelesaikan secara maksimal dengan hasil yang lebih baik.


Selanjutnya, Afrizal mengungkapkan, dengan melalui proses Musypim ini akan terpilih pimpinan yang betul-betul punya komitmen kuat untuk menggerakan persyarikatan. Apalagi PDM memiliki sembilan pimpinan cabang yang setingkat dengan kecamatan.


Dalam pada itu, buya mengingkatkan para calon pimpinan, jika nantinya diberi amanah oleh anggota Musyda agar tidak mengkhianati amanah dan kepercayaan.(rel/apris)

Posting Komentar

0 Komentar