PADANG -- Masyarakat Ibukota Provinsi Sumatera Barat, beberapa hari belakangan bisa menyaksikan bunga bangkai sedang mekar. Warga diminta menjaganya dengan baik.
Bunga bangkai yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Amorphophallus Paeoniifolius itu, ditemukan sedang mekar pada Jumat (5/5), di dekat gedung PAUD SPS Sejahtera Canti, Kecamatan Pauh Kota Padang.
Camat Pauh Yoserizal, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang, membenarkan penemuan bunga langka itu. "Benar, dan itu menarik perhatian masyarakat. Bunga itu amat langka. Kita sudah minta warga bersama pengurus lembaga masyarakat untuk memagarinya, agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Kendati langka, namun bunga bangkai ini bukanlah jenis yang dilindungi, sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018. Kendati demikian, camat dan jajaran terkait lainnya meminta agar bunga itu tidak dirusak.
![]() |
| Salah satu jenis bunga bangkai.(ekogeo-ekogeo.blogspot.com) |
Dosen Universitas Bengkulu Dr. Agus Susatya menjelaskan, bunga bangkai tumbuh di daerah tropis dan sering dijumpai di kawasan Asia Tenggara. Amorphophallus, jelasnya, adalah nama marga tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae).
"Bunga dan tumbuhan vegetatifnya (daun) tumbuh bergantian. Bunganya pada waktu-waktu tertentu mengeluarkan bau bangkai yang keras, sehingga umum dinamai sebagai bunga bangkai," jelasnya.
Laman wikipedia menjelaskan, bunga bangkai beranggotakan sekitar 200 spesies, herba berumbi ini menyebar di wilayah tropika dan ugahari. Nama ilmiahnya berasal dari bentuk bunganya yang menyerupai penis rusak (Gr.: amorphos, bentuk yang rusak; phallos, alat kelamin lelaki).
Umbi dan bagian-bagian lain dari tanaman mengeluarkan getah yang gatal. Namun umbi dari beberapa jenisnya dapat dimakan setelah diproses dengan cara tertentu, atau diolah lebih lanjut menjadi tepung bahan kue-kue dan makanan lain.
"Bunga bangkai merupakan tumbuhan dataran rendah dari wilayah tropika dan ugahari, menyebar dari Afrika barat ke timur hingga kepulauan di Samudra Pasifik. Jenis-jenisnya tidak ditemukan di Amerika, walaupun ada sejenis kerabatnya yang tumbuh di sana, yakni Dracontium," jelasnya, sebagaimana dikutip dari laman unib.ac.id, yang diakses pada Sabtu (6/5) pagi.
Terna ini kebanyakan didapati tumbuh di hutan-hutan hujan dataran rendah, hutan musim, termasuk pula di hutan-hutan yang terganggu, hutan sekunder dan lahan-lahan pertanian. Jarang didapati di tanah kapur, bunga bangkai kadang-kadang ditemukan tumbuh di lapangan-lapangan yang terbengkalai.
Banyak jenisnya yang bersifat endemik. Dari sekitar 25 spesies yang tumbuh di Indonesia, 18 di antaranya endemik: delapan spesies menyebar terbatas di Sumatera, lima di Jawa, tiga di Kalimantan, dan satu spesies endemik Sulawesi.(*/mus)

0 Komentar