PARIAMAN, kiprahkita.com -- Kedua desa itu berada di Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Bila dihitung-hitung, maka jalan sepanjang 600 meter itu adalah ruas jalan yang ke-24 yang dibuka dengan sistem nonbudgeter di kota yang terletak pada pesisir barat Sumatera itu.
Walikota Pariaman Genius Umar yang turut bergotong royong pada kegiatan itu mengatakan, pembukaan jalan secara bergotong royong karena kebutuhan mendesak masyarakat, untuk memperlancar akses transportasi di kedua desa.
"Masyarakat kita membutuhkan ruas jalan penghubung ini, karena akan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh. Hari pertama pembukaan jalan baru, kita melakukan survey dan gotong royong. Setelah itu dilakukan dengan dukungan alat berat," sebutnya.
Genius optinis, kalau akses transportasi sudah lancar, menempuh jarak yang singkat dan waktu yang lebih cepat, maka mampu dilakukan efisiensi. Kalau itu sudah terjadi, imbuhnya, maka harapan peningkatan ekonomi akan semakin nyata.
Pemko Pariaman, ujarnya, sangat mengapresiasi dukungan dan semangat masyarakat dalam kegiatan swadaya pembukaan jalan baru itu. Apalagi, ujarnya sebagaimana dirilis Media Center Kominfo Kota Pariaman, masyarakat berkenan pula menghibahkan tanah mereka yang terkena jalur pembukaan jalan baru tersebut.
Selain dukungan warga, khususnya di kedua desa bertetangga, dukungan juga datang dari instansi pemerintah kota, terutama BPBD, Dinas Permukiman Lingkungan Hidup, Dinas Komunikasi dan Informatika, camat, dan kepala desa yang juga turut turun ke lapangan bergotong royong bersama warga.(*)
sorce media center kota pariaman; edited by musriadi

0 Komentar