Gerakan tanam cabai punya andil mengendalikan inflasi. Padang Panjang mendapat apresiasi Bank Indonesia dalam gerakan tersebut.
PADANG PANJANG, kiprahkita.com -- Bank Indonesia menyebut, Padang Panjang berhasil mengendalikan inflasi melalui gerakan tanam cabai serentak. Itu saja tentu tidak cukup, ada 12 aksi lainnya yang dikerjakan.
"Ada 13 aksi pengendalian inflasi serentak yang kita lakukan. Satu di antaranya adalah gerakan tanam cabai seentak. Aksi lainnya pemantauan dan informasi harga, sidak pasar, pasar murah, warung pengendali inflasi, kerja sama dengan Bulog, dan lainnya," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga.
Putra yang juga sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang Panjang menyebutkan, kota berjuluk Serambi Mekah itu adalah kelompok kota pertama di Indonesia, yang telah melaksanakan enam langkah konkret pengendalian inflasi tahun 2022.
Puncaknya, kata Putra, adalah Pekan Pengendalian Inflasi pada minggu ketiga Ramadan lalu, di mana secara serentak dilakukan berbagai aksi pengendalian inflasi.
"Setidaknya dilaksanakan 13 aksi pengendalian inflasi secara serentak oleh TPID dalam sepekan itu. Ditambah dengan puluhan aksi sosial ekonomi yang dilakukan kelompok masyarakat untuk membantu warga ekonomi lemah dalam menjalani Ramadan dan Idulfitri 1444 H," jelasnya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang Panjang.
Putra berharap, ke depannya sistem pengendalian inflasi yang sudah terbentuk dapat berjalan dengan baik, sehingga perekonomian Kota Padang Panjang lebih stabil dan lebih baik.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumbar,Christoveny saat menghadiri kegiatan Penyerahan Hadiah Lomba Gerakan Tanam Cabai, Rabu (31/5), di Kelompok Tani Masbulo, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), memberi apresiasi atas keberhasilan yang sudah dicapai Padang Panjang.
"Kami mengapresiasi upaya tanam cabai serentak di Kota Padang Panjang yang diinisiasi Bapak Wali Kota. Gerakan ini terbukti bisa membantu pengendalian inflasi di Sumbar, tercermin dari data inflasi tahunan Sumbar pada Desember 2022 mencapai 7,43 persen dan posisi April kita sudah turun menjadi 5,24 persen," sebutnya.
Tidak hanya membantu inflasi tahunan Sumbar, imbuhnya, Gerakan Tanam Cabai yang dilakukan Padang Panjang. juga membantu inflasi bulanan Sumbar, yang terbukti pada saat Ramadhan dan Idul Fitri. di mana provinsi lain mengalami inflasi, Provinsi Sumbar malah mengalami deflasi.
Christoveny mengharapkan, program ini bisa terus dilanjutkan ke depannya agar inflasi Sumbar, khususnya Kota Padang Panjang, bisa terkendali.(kominfopp/dega; ed. mus)

0 Komentar