Kalau Bapak Beli Kerupuk Jengkol di Singapura, Maka....

Kalau bapak membeli karupuak jariang di Singapura, maka itu adalah produk anak Nagari Kasang, tapi dipasarkan ke negeri jiran itu atas nama daerah lain.


PARIK MALINTANG -- Nagari Kasang, Kabupaten Padang Pariaman, memiliki berbagai potensi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Cuma saja, warga masih membutuhkan binaan intensif pemerintah. Kalau tidak, maka sektor potensial ini tidak akan berkembang.


H. Hamardian, salah seorang tokoh masyarakat, kepada Ketua Badan Kehormatan DPD RI H. Leonardy Harainy, mencontohkan produk pengananan karupuak jariang (kerupuk jengkol).


"Kerupuk jengkol itu dibuat masyarakat di sini, dikemas dan diekspor ke Singapura atas nama Payakumbuh. Padahal, kita berada di dekat Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Inilah masalahnya," kata dia.


Menanggapi hal itu, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa menyatakan, pihaknya mendukung usaha peningkatan industri keripik jengkol ini. Peningkatan kualitas produk, sebutnya, akan meningkatkan daya tarik produk dan dicari pembeli. Sehingga, ini juga dapat membantu nagari dalam melakukan pembangunan ekonomi dan fasilitas pendukung lainnya di nagari.


“Dinas Pariwisata bisa bekerjasama dengan Dinas Perdagangan untuk memberikan bantuan alat packaging. Nanti, alat ini diberikan bantuannya secara per kelompok ke masyarakat,” kata Leonardy.


Leonardy mengakui, potensi aktivitas wisata di Nagari Kasang yang lain juga perlu dikembangkan. Salah satunya adalah kegiatan membuka kapalo banda. Tujuan membuka kapalo banda adalah agar petani melakukan penanaman secara serentak. Hal ini agar terhindar pula dari hama tikus. Jadi, pembukaan kapalo banda untuk penanaman serentak, sehingga panen juga menjadi serentak.


“Setelah panen serentak, bisa langsung melakukan lomba layang-layang yang sudah sering dilaksanakan’” jelas Leonardy.


Jadi, ada tiga kegiatan yang berpotensi menjadi aktivitas pariwisata. Ketika kegiatan pariwisata ini berjalan, akan ada transaksi jual beli. Sehingga perekonomian masyarakat juga akan meningkat. Leonardy menyampaikan ke walinagari, jika tiga kegiatan ini bisa dilaksanakan secara tahunan maka potensi Nagari Kasang akan bermanfaat secara maksimal.


“Tentu saja jika pariwisata dan industri di Kasang meningkat, perlu infrastruktur untuk mendukungnya. Oleh karena itu, perlu dukungan semua pihak agar hal ini dapat terealisasi,” ungkap Leonardy.


Aktivitas wisata rekreasi berburu babi yang dikemas melalui Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBBI) Nagari Kasang, menurutnya juga potensi besar yang perlu terus dikebangkan.


“Tentu saja aktivitas seperti ini perlu diperhatikan dan dilestarikan, apalagi bila sudah menjadi daya tarik wisata sebagaimana yang telah dilaksanakan di Nagari Kasang ini. Saya mendukung sekali jika wisata Rekreasi berburu menjadi iven tahunan wisata Padang Pariaman, bahkan Provinsi Sumbar,” kata Leonardy.


Leonardy melanjutkan, kegiatan pariwisata akan memancing peningkatan perekonomian masyarakat. Dengan adanya acara seperti ini akan terjadi transaksi jual-beli di masyarakat dengan pengunjung yang datang. Produk-produk unggulan dari Nagari Kasang akan laris, UMKM Kasang berbasis kuliner akan terbantu pengembangannya. 


"Ada tradisi nenek moyang lainnya dalam membasmi hama, yaitu mambukak kapalo banda. Air mulai dialirkan ke sawah. Ini sebagai tanda memulai bertanam padi. Orang-orang akan bertanam padi serentak. Dengan serentak bertanam akan meningkatkan hasil pertanian," ulasnya. 


Saat mambukak kapalo banda, dilakukan doa dan makan bersama. Disembelihlah kerbau untuk keperluan makan bersama itu. 


Setelah panen, sebagai tanda syukur diadakanlah pertandingan layang-layang, yang dimeriahkan dengan sipak rago dan acara berburu. 


"Tradisi baik ini perlu dilestarikan dan cara melestarikannya adalah menjadikannya alek nagari. Kemas alek nagari ini sebaik-baiknya, sehingga mendatangkan keuntungan bagi anak nagari," katanya. (rel/mus)

Posting Komentar

0 Komentar