SURABAYA, kiprahkita.com -- Muhammadiyah sudah melakukan ekspansi ke luar negeri, khususnya dalam pengembangan perguruan tinggi. Kemendikbudristek mengapresiasi langkah itu.
Direktur Jendral Perguruan Tinggi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Prof. Nizam, Rabu (3/5), mengatakan hal itu, saat memberi sambutan pada Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Surabaya, 2-4 Mei 2023.
Dari Sumatera Barat, rakernas itu diikuti Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Dr. Bakhtiar, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Dr. Riki Saputra, MA, dan Sekretaris Badan Penyelenggara Harian UM Sumbar Drs. H. Marhadi Efendi, M.Si.
Rakernas diikuti PWM, rektor, dan BPH Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
Nizam mengapresiasi langkah yang diambil Muhammadiyah dalam mengembangkan perguruan tinggi. Lebih dari itu, ujarnya, Muhammadiyah sudah melakukan ekpansi hingga luar negeri.
Dalam upaya pengembangan dan meningkatkan kualitas PTMA, Nizam terus mendorong konsolidasi yang dilakukan Muhammadiyah, dengan melakukan merger perguruan tinggi yang kecil menjadi perguruan yang lebih besar, dari sekolah tinggi menjadi universitas.
“Kita akan semakin bangga, perguruan tinggi yang dikembangkan Muhammadiyah identik dengan kualitas melalui universitas, sebagai pusat keunggulan yang tersebar di berbagai daerah. Jumlahnya sudah mencapai 176,” katanya.
Sejalan dengan itu, Nizam sangat berharap pada pimpinan perguruan Tinggi Muhammadiyah agar ada keberanian untuk melakukakn inovasi, untuk mempersiapkan generasi muda dalam menemukan masa depannya.
Fakta menunjukkan, ujarnya, sebagian lulusan perguruan tinggi dalam pengembaraan masa depannya tidak sejalan dengan bidang yang digelutinya semasa kuliah. Bahkan pekerjaannya tidak berhubungan sama sekali dengan perkuliahan yang diikutinya.
Menurutnya, dalam hal demikian, diperlukan pengayaan yang lebih kuat untuk menemukan masa depan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Para dosen diharapkan tidak hanya di dalam lokal bergelut dengan paper, tetapi tidak berdampak pada masyarakat luas.
Kalaupun ada yang menemukan sesuatu yang berdampak hanya dalam bentuk pajangan, dan tidak diproduksi. Pada hal jika itu dilakukakan dan dihilirkan akan membuka lapangan kerja yang lebih luas.(*)
reported by bakhtiar; rewrited & edited by musriadi

0 Komentar