PADANG -- Ketika ada gempa besar dan berpotensi tsunami, janganlah berlarian dengan kendaraan yang muaranya adalah macet. Amankan saja diri ke Zona Aman Tsunami.
Di Kota Padang sejak 2018 sudah ada Zona Aman Tsunami itu, yakni di depan SPBU Ampang, Sawahan, di kawasan Koto Tangah, dan Padang Selatan. Kalau semua tumpah ke jalan raya dengan mobil, maka jalan raya akan terkunci.
Kendaraan tak bisa bergerak. Maka, seandainya benar-benar ada tsunami, maka semua yang terjebak macet berpeluang akan menjadi korban, karena sudah sulit untuk menyelamatkan diri. Dari sini ke atas, tak perlu hal itu dilakukan lagi, seperti yang sudah-sudah.
"Pemerintah buatkan Zona Aman Tsunami. Cukup ke situ berlindung," sebut Walikota Padang Hendri Septa, pekan kemarin, menanggapi suasana sesak di jalan raya usai gempa Magnitudo 7,3 (update M6,9) yang berpusat di antara Mentawai dan Nias Selatan. Beberapa saat setelah gempa, BMKG juga menyalakan peringatan dini potensi tsunami.
Pada waktu itu, sebut walikota, sebagian masyarakat yang sudah berada di zon aman, malah turut ke jalan untuk lari menyelamatkan diri. Mereka turun ke jalanan, bersamaan dengan warga yang datang dari kawasan zona merah. Akhirnya, jalan benar-benar terkunci.
BERITA TERKAIT Pemko Padang Giatkan Mitigasi Bencana
Saat berdiskusi dengan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Padang Panjang Suaidi Ahadi, walikota mengatakan, pihaknya kembali akan meningkatkan sosialisasi melalui pemerintahan kelurahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terkait dengan pemanfaatan maksimal Zona Aman Tsunami tersebut.(*)
source diskominfo kota padang; reporter charlie; editor musriadi

0 Komentar