Melestarikan Warisan Budaya dengan Festival Aua Sarumpun

BATUSANGKAR, kiprahkita.com -- Berbagai adat budaya dan kuliner tumbuh di tengah-tengah masyarakat sejak dahulu. Agar tidak punah, maka diperlukan usaha sistematis untuk melestarikannya. Semuanya membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.


Dalam rangka melestarikan adat budaya itu, sekaligus mendorong UMKM terus bergerak maju yang muaranya adalah peningkatan ekonomi masyarakat, maka dilaksanakan berbagai event di Kabupaten Tanah Datar, diantaranya Satu Nagari Satu Event.

 

Di Nagari III Koto Padang Luar, Kecamatan Rambatan, kegiatan event itu bernama Aua Sarumpun Geopark Festival. Tahun ini merupakan untuk kedua kalinya kegiatan dilaksanakan, dibuka Bupati Tanah Datar Eka Putra, Ahad (21/5), di Puncak Aua Sarumpun.

 

Dalam arahannya bupati mengatakan, pihaknya mendorong pelaksanaan event dengan konsep yang kuat, sehingga memiliki kekhasan yang mampu mengundang datangnya wisatawan untuk menyaksikan.

 

“Saya berharap, panitia bersama pihak lainnya memikirkan, bagaimana event di nagari ini memiliki konsep yang lebih kuat dan karakter khas, sehingga menarik masyarakat ataupun wisatawan untuk berkunjung menikmati berbagai kekayaan budaya, adat dan kuliner yang disuguhkan,” ujarnya.

 

Menurutnya, Puncak Aua Sarumpun telah ditetapkan Kementerian ESDM RI sebagai salah satu Geosite Geopark Danau Singkarak, Sejumlah pejabat daerah dan pusat telah berkunjung ke sini.

 

Program Satu Nagari Satu Event, tambah bupati, bertujuan melestarikan dan memunculkan kembali adat istiadat, budaya, dan kuliner tempo dulu, yang kini sudah jarang ditemui, dimana mamak mengajarkan adat istiadat kepada kemenakan atau generasi muda, bundo kanduang mewariskan keahliannya memasak, merajut ataupun keahlian lainnya kepada generasi putrinya.

 

Wali Nagari III Koto Willy Adha, menyampaikan terima kasih atas dukungan bupati atas pelaksanaan  Aua Sarumpun Geopark Festival 2023 yang sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya itu.

 

Pelaksanaan Program Satu Nagari Satu Event di Nagari III Koto, menurut walinagari, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam pelestarian adat istiadat ataupun perputaran ekonomi.

 

“Dengan adanya event ini, semangat masyarakat untuk melestarikan dan membangkitkan berbagai adat istiadat dan budaya di Nagari III Koto secara perlahan sudah dilakukan, tentunya hal ini menjadi hal positif, disamping pergerakan ekonomi yang dirasakan bagi pedagang dan UMKM kami yang membuka stand di lokasi ini,” ujarnya.

 

Tokoh Masyarakat Latra Doni Dt. Paduko Basa dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan Aua Sarumpun Geopark Festival 2023 yang untuk pelaksanaan kedua kali, merupakan bukti dukungan masyarakat terhadap Progul Pemerintah Tanah Datar.

 

"Pelaksanaan festival ini membuktikan dukungan masyarakat Nagari III Koto terhadap Progul Pemerintah Daerah, karena dalam program ini kembali menghidupkan kembali tradisi anak nagari melalui lomba Alua pasambahan, baju basiba, baju taluak balango," ujarnya.

 

Turut memberi sambutan Gubernur Sumatera Barat, diwakili Kabid Pemasaran pada Dinas Pariwisata Asril, dan diramaikan sejumlah pejabat tingkat kabupaten dan provinsi.(prokpimtd; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar