BATUSANGKAR, kiprahkita.com -- Muhammadiyah Ekspo dilaksanakan di areal Gedung Nasional Maharajo Dirajo Batusangkar. Ini adalah bagian dari usaha mensyiarkan Musyawarah Daerah ke-13.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammadiyah di Kabupaten Tanah Datar melaksanakan Musyawarah Daerah (Musyda) ke-13. Agendanya diawali dengan Musyawarah Pimpinan (Musypim) pada Sabtu (6/5), lalu dilanjutkan dengan agenda Musyda pada Ahad (7/5).
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar H. Juliasman Khas, Kamis (4/5) menjelaskan, musyda kali ini dilaksanakan secara terpadu. Selain Muhammadiyah, ujarnya, Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah juga melaksanakan kewajiban konstitusional lima tahunan itu.
“Pembukaan Musyda kita pusatkan di Gedung Nasional Maharajo Dirajo. Bupati Tanah Datar Eka Putra dan utusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, dijadwalkan ikut memberi kata sambutan. Sidang-sidang pleno dilakukan di Komplek Pendidikan Muhammadiyah Batusangkar,” katanya.
Sedangkan di Gedung Nasional, selain prosesi seremonial pembukaan musyda, juga dilaksanakan Muhammadiyah Ekspo, yakni bazar yang menghadirkan produk-produk usaha yang dikembangkan anggota Muhammadiyah dan masyarakat Luhak Nan Tuo.
Menurut Juliasman, agenda pokok musyda itu adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pimpinan periode 2015-2020 yang diperpanjang menjadi 2015-2022 karena pandemi Covid-19, penetapan program kerja dan pemilihan pimpinan periode 2022-2027.
Di Muhammadiyah, pimpinan yang akan dipilih di arena musyda, terlebih dahulu dijaring oleh panitia pemilihan berdasarkan usulan lembaga dan perorangan yang diatur Anggaran Rumah Tangga (ART). Panitia pemilihan, ujarnya, melakukan verifikasi berkas persyaratan bakal calon yang diajukan, lalu menerapkan Daftar Calon Sementara (DCS).
Nama-nama yang masuk DCS diajukan ke forum Musypim untuk ditetapkan menjadi Daftar Calon Tetap (DCT). Umumnya berjumlah 39 orang. Lalu nama-nama ini dipilih oleh anggota musyda sehingga menjadi 13 orang yang akan menjadi pimpinan.
Sejauh ini, panitia pemilihan masih melakukan verifikasi terhadap nama-nama bakal calon pimpinan, terutama terkait dengan keterpenuhan persyaratan sesuai AD/ART Muhammadiyah, dan pernyataan secara tertulis dari yang bersangkutan bersedia untuk ditetapkan menjadi calon tetap oleh musypim.
Di Tata Tertib Pemilihan, pada Bab IV Pasal 8 sudah ditegaskan, pencalonan dilakukan oleh anggota musyawarah pimpinan (musypim). Anggota Musypim yang ditetapkan melalui Surat Keputusan PDM Tanah Datar Nomor 16/KEP/III.O/2023 berjumlah 63 orang. Setiap anggota musypim berhak mengajukan calon sebanyak 13 orang.
Bila seluruh anggota musypim menggunakan haknya dalam mengajukan nama-nama calon, maka Panitia Pemilihan akan dapat menjaring 819 orang nama bakal calon (balon).
Tapi itu tentu mustahil. Sebab berdasarkan pengalaman, nama yang sama sering diajukan oleh sejumlah anggota musypim. Berkaca pada pengalaman musyda di daerah-daerah lainnya di Sumbar, belum ada balon pimpinan itu mencapai 200 orang.
Banyak pihak berharap, dari 63 anggota musypim akan terjaring balon pimpinan sebanyak 150 orang, agar panitia pemilihan sedikit memiliki ruang dalam melaksanakan tugasnya, mulai dari menetapkan calon sementara sampai kepada ditetapkannya 39 nama calon tetap oleh musypim menjelang musyda, untuk kemudian dipilih 13 orang pimpinan oleh peserta musyda yang memiliki hak suara, yakni pada kisaran 117 orang.
Bupati Eka saat menerima audiensi panitia musyda dan jajaran pimpinan PDM beberapa waktu menyatakan, pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Musyda dan diharap bisa digelar dengan meriah. Ide-ide terbaik harus mampu digali dan dikerahkan untuk memajukan organisasi ini.
“Syiar Musyda Muhammadiyah itu harus kita tingkatkan. Saya sangat setuju. Kita harus bergembira karena sudah berakhir menghadapi pandemi. Kini saatnya untuk memperkuat silaturahmi, salah satu caranya adalah dengan menggembirakan kegiatan musyda dalam bentuk berbagai iven pendukung,” ujarnya.
Pelaksanaan Muhammadiyah Ekspo di Gedung Nasional dalam menyemarakkan musyda, sebenarnya juga ada kontribusi ide dari bupati. Sebab, pada kesempatan audiensi itu bupati menyatakan, selain menyemarakkan pelaksanaan musyda dengan pawai dan lomba-lomba, Eka juga menyarankan, di Komplek Gedung Nasional Maharajo Dirja digelar pula bazar untuk memfasilitasi UMKM warga Muhammadiyah, menggelar promosi dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung musyda.
“Dengan demikian, semua warga Muhammadiyah dan masyarakat Tanah Datar akan bisa terlibat langsung dalam menggembirakan kegiatan ini. Saya setuju, musyda ini menjadi yang meriah dan terheboh di Sumatera Barat,” katanya.(musriadi musanif)

0 Komentar