Masyarakat Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, termasuk yang terdampak suhu panas, akibat cuaca ekstrem beberapa waktu belakangan. Dalam keseharian, teriknya mencapai 35 derajat celcius.
PADANG, kiprahkita.com - Berbagai upaya pun dilakukan agar resikonyo tidak meluas. Masyarakat dihimbau agar banyak minum air putih dan vitamin, serta mengurangi aktivitas di luar rumah.
Bersamaan dengan itu, pemerintah kota pun mengusung beberapa program antisipatif, di antaranya melaluo progam gotong royong yang dikenal dengan istilah Padang Bagoro. Kegiatan itu sudah rutin dilaksanakan sekali dalam sebulan.
BACA JUGA
- Panas Ekstrem Menuntut Kewaspadaan Segenap Warga
- Solusi Sehat di Panas Menyengat
- 40 Kios PKL di Pasar Raya Padang Terbakar
Kendati begitu, sebenarnya selain untuk mengantisipasi berkembangnya penyakit akibat dampak masalah lingkungan dan mengurangi dampak suhu panas, Padang Bagoro juga diharap memiliki efek solidaritas sosial dan persaudaraab.
Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar menyebut, program ini bagian dari inisiasi Wali Kota Padang Hendri Septa yang harus terus digaungkan.
"Minggu pagi ini, kembali kita laksanakan Padang Bagoro di Kelurahan Air Tawar Timur Kecamatan Padang Utara. Tentu tujuannya untuk bersama masyarakat dalam membersihkan lingkungan, serta mencegah terjadinya penyakit," katanya, Ahad (21/5/2023).
Selain mencegah penyakit dan menjaga kebersihan, Andree mengatakan, Padang Bagoro merupakan program yang mampu mendekatkan masyarakat dengan pemerintah. Hal ini didukung dengan partisipasi dan kehadiran OPD selingkungan Kota Padang.
"Dengan kegiatan pagi ini kita bisa bercengkerama dengan warga sekitar. Mengingatkan kembali bahwa menjaga kebersihan sekitar lingkungan itu penting. Alhamdulillah pantauan kita, masyarakat di sini juga partisipasi aktif," tuturnya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang.
Selain itu, yang menjadi fokus utama dalam agenda Padang Bagoro di Air Tawar Timur kali ini adalah pengurangan sampah plastik. Sebab katanya, sampah plastik dapat memicu terjadinya penimbunan hingga menjadi pemicu kebarakan.
"Terlebih dalam cuaca ekstrem melanda Padang. Ini antisipasi dalam menghadapi ancaman gelombang panas El Nino, dengan mengurangi risiko kebakaran, karena penimbunan sampah plastik. Kemudian juga pengoptimalan penggunaan listrik serta air," tuturnya.(Dinas Kominfo Padang/Charlie)

0 Komentar