Panas Ekstrem Menuntut Kewaspadaan Segenap Warga

Panas sangat terik beberapa hari belakangan, menuntut warga meningkatkan kewaspadaan, karena berdampak terhadap kesehatan.


PADANG, kiprahkita.com -- Menyikapi teriknya panas itu, Walikota Padang menegaskan, kewaspadaan segenap elemen masyarakat perlu terus ditingkatkan. Bila tidak, dikhawatirkan akan dapat memincu bencana kebakaran dan masalah kesehaan.


BACA JUGA


"Jaga kesehatan dengan banyak minum air putih. Ini untuk mencegah dehidrasi. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, khususnya dalam mengantisipasi titik-titik memicu timbulnya api, lalu mengakibatkan terjadinya kebakaran," katanya.


Walikota mengatakan, panas eksrtrem tidak hanya melanda Kota Padang saja, tetapi juga banyak tempat di dunia. Kendati masih pagi, tegasnya, tetapi suhu panas sudah sangat terasa. Hal serupa dirasakan pula hingg tengah malam.


Terhadap jaringan listrik di rumah dan bangunan lainnya, walikota juga meminta agar dicermati dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya arus pendek atau konsleting.


“Terkhusus bagi masyarakat kita yang tinggal di permukiman padat. Perhatikanlah dengan baik aplikasi-aplikasi listriknya yang terdapat di loteng yang cepat mengantar panas. Hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya hal yang tidak kita inginkan seperti kebakaran,” tutupnya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang.


Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Padang Dessy M. Siddik menyebut, suhu udara di ibukota Provinsi Sumatera Barat itu tembus angka 35 derajat celcius. Cuaca panas seperti itu akan mendatangkan masalah kesehatan.


"Cuaca panas ekstrem seperti ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Baiknya masyarakat mengurangi dulu kegiatan di luar rumah. Penting sekali untuk minum air putih yang banyak," sebutnya.


Masalah kesehatan yang paling ditakutkan adalah serangan panas ekstrem atau heatstroke. Secara tidak langsung, ketika cuaca panas akan ada banyak debu. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada orang yang punya alergi dan memicunya menjadi kambuh.


Menurutnya, kalangan yang paling berisiko kambuhnya alergi ketika panas ekstrem adalah lansia dan anak-anak berusia di bawah lima tahun. Adapun alergi debu yang dimaksud yaitu bisa berupa asthma, batuk," katanya.(charlie/kominfo padang; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar