BATUSANGKAR, kiprahkita.com -- Banyaknya kasus narkoba dan pergaulan bebas yang terungkap akhir-akhir ini, dapat dijadikan indikasi sebagai perusak moral generasi muda. Untuk itu, dibutuhkan gerakan bersama dan kerjasama yang semua elemen masyarakat.
Demikian dikatakan Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (10/5) malam, saat menerima kunjungan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Datar bersama Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), di Gedung Indojolito Batusangkar.
“Permasalahan yang sedang berkembang saat ini adalah runtuhnya moral anak-anak dan generasi muda. Ini diyakini akibat penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan efek negatif penggunaan perangkat teknologi telekomunikasi, Semua itu terakumulasi ke dalam penyakit masyarakat atau pekat,” kata bupati,
Menurutnya, sepantasnya menjadi kekhawatiran bersama, bahwa kemajuan teknologi bermuatan negatif, berdampak tidak baik terhadap pembinaan anak, lingkungan keluarga, dan sistem pendidikan.
Saat ini, kata bupati, tingkat kepedulian itu mulai terasa menurun. Padahal, tegasnya, kepedulian semua pihak dapat mencegah terjadinya perbuatan maksiat dan rusaknya moral. Kita, tegas bupati, harus senantiasa menjunjung tinggi norma-norma yang tercantum di dalam filosofis Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Bupati mengatakan, sebagai salah satu upaya menciptakan generasi muda yang baik di masa mendatang, Pemkab Tanah Datar berupaya keras mewujudkan daerah itu menjadi kabupaten madani. Program unggulannya: Satu Rumah Satu Hafidz.
“Harapan kita 20 hingga 30 tahun ke depan, separoh masyarakat Tanah Datar adalah hafidz Al-Quran, lahirnya generasi unggul, berkarakter Islami, berakhlak mulia. Untuk mewujudkan itu, kita tentu sangat membutuhkan kerjasama dengan satuan pendidikan diantaranya guru-guru PAI. Ini menjadi tantangan dan tugas berat bagi guru, terutama guru agama,” ucapnya.
Pemerintah daerah, katanya lagi, memang fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), namun tidak mengenyampingkan pembangunan fisik. Pembangunan SDM, tegasnya, orientasi utamanya adalah membangun generasi unggul, beriman dan bertaqwa, di antaranya dengan mengarahkan anak-anak semenjak dini membaca dan mencintai Al-Quran.
Kepada para guru PAI selaku ujung tombak pendidikan, bupati meminta agar senantiasa meningkatkan kemampuan, dan kreativitas dalam Proses Belajar Mengajar (PBM) sehingga anak didik mampu memahami, menguasai dan mengamalkan seperti ilmu agama ini, yang pada akhirnya progul daerah akan dapat disukseskan tidak semata-mata progul keagamaan, namun juga progul-progul lainnya.
Kepala Kantor Kemenag Amril mengatakan, pihaknya siap mendukung program-program keagamaan di Tanah Datar, dan memujikan Progul Satu Rumah Satu Hafidz.
Terkait pendidikan keagamaan bagi siswa-siswi di Tanah Datar mulai dari tingkat dasar hingga mahasiswa, Amril juga mohon dukungan dari Pemkab Tanah Datar, sehingga sinkronisasi Kemenag dengan Pemda akan sejalan dalam mewujudkan Tanah Datar yang maju dan madani.
“Saat ini di Tanah Datar guru PAI yang ada di jajaran Kemenag sebanyak 483 orang, dari jumlah itu sebagiannya ada yang sudah mendapatkan sertifikasi guru, dan itu juga melalui proses yang cukup panjang, seperti Pendidikan Pelatihan Guru (PPG),” ujarnya, dirilis Bagian Prokopim Setdakab Tanah Datar.
Namun karena keterbatasan anggaran di Kemenag, ujarnya, maka untuk PPG itu juga terbatas. Alhamdulillah tahun 2022, sebutnya, dibantu Pemda Tanah Datar melalui Dinas Pendidikan, dan pada tahun ini ada sebanyak 167 orang yang akan mengikuti PPG dan itu sudah lulus tes,“ ucapnya.(*/mus)

0 Komentar