PADANG PANJANG, kiprahkita.com -- Kota Padang Panjang yang terletak di jantung Sumatera Barat, kini benar-benar target pelancong, khususnya wisatawan kuliner. Selain karena lezat, udaranya yang sejuk juga menjadi faktor pendukung.
Kalau selama ini sudah sangat dikenal dengan sate, pargedel jagung, dan nasi bungkus, kini kuliner yang ditawarkan semakin variatif. Pelancong dapat berburu kuliner sejak pagi hingga dinihari. Pasar Pusat, Pasar Kuliner, dan bofet-bofet yang tersebar di jalan-jalan utama, selalu dipadati pengunjung.
Menunya pun menyentuh sejak dari selera tradisional warisan budaya sampai kepada penganan kekinian atau milenial. Untuk yang tradisional, sangat terkenal dengan nasi ramas, nasi baka, bubur kampiun, katupek pitalah, roti tenong, teh talua, onde-onde, gorengan, skoteng, dan aneka produk olahan susu murni.
Dari bentuk, tekstur dan aromanya yang menggoda, membuat para penikmatnya ketagihan menyantap makanan yang ada di sana, dan tak bosan-bosannya datang ke kota yang juga berjuluk Serambi Mekah itu.
"Kalau udah nyampe di Paskul ini, kita tidak perlu bingung lagi mau makan apa. Banyak pilihan menu yang disajikan di sini. Bagi kita yang jarang ke sini, merasa kurang lengkap jika tidak menyantap semua yang kita inginkan. Apalagi godaannya benar-benar menggugah selera," kata Dilla, seorang pengunjung Pasar Kuliner yang kian larut semakin ramai.
Dilla mengaku, ia bersama keluarganya sudah kesekian kalinya mengunjungi Paskul, dan tidak pernah bosan untuk menyantap makanan yang ada di sini.
Tidak kalah juga cemilannya roti tenong yang cuma ia temukan di Padang Panjang. Untuk minuman ia juga beli susu, teh talua bahkan skoteng untuk menghangatkan tubuhnya.
Empat sekawan Fharel, Dika, Riyan dan Siraajul warga Lubuk Alung yang juga sering mampir ke Paskul.
"Saya setiap ke Padang Panjang selalu mampir ke sini karena banyak pilihan makanannya. Mulai dari gerbang masuknya hingga ujung Paskul dipenuhi makanan yang menggugah selera," katanya.
Mereka mengaku sering kali membeli makanan khas Padang Panjang yaitu roti tenong yang hanya ia temui di Paskul. Tidak ada di tempat lain. Ditambah minum teh talua dan bandrek.
"Pokoknya kalau kita ke Padang Panjang, apapun makanan yang ada, kita pasti ingin beli dan ingin balik lagi ke sini," tuturnya.(*)
source kominfo padang panjang, writer cigus, edited by musriadi

0 Komentar