Pemda Temui Dirjen Hubdar untuk Memberi Rasa Aman Warga Panyalaian

Warga Panyalaian, Kecamatan X Koto, paling menderita akibat seringnya truk mengalami rem blong. Upaya pencegahan pun terus dilakukan.


JAKARTA, kiprahkita.com -- Dalam usaha memberikan rasa aman dan menyampaikan harapan masyarakat Kecamatan X Koto, terutama Nagari Panyalaian, Aie Angek, Koto Baru, dan Singgalang, Pemkab Tanah Datar mengunjungi Kementerian Perhubungan RI di Jakarta.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanah Datar Nusyirwan menjelaskan, pihaknya sudah menghadap sejumlah pejabat di Direktorat Jendral Perhubungan Darat (Hubdar), Kementerian Perhubungan RI, dalam rangka menyampaikan beberapa alternatif solusi, guna memberi rasa aman kepada masyarakat di jalan nasional Padang Panjang-Bukittinggi.


"Jalur itu sangat rawan kecelakaan. Sudah sering terjadi tabrakan beruntun, kecelakaan tunggal, dan mobil menabrak rumah warga, akibat truk dan mobil berat lainnya mengalami rem blong," ujarnya.


Untuk itu, menurut Nusyirwan, pihaknya pun melaporkan kepada Dirjen Hubdar tersebut guna menyampaikan harapan warga, sekaligus mengusulkan beberapa solusi yang patut dicoba, dan diterapkan pada jalur maut dengan tanjakan dan turunan tajam serta panjang itu.


Setelah melakukan berbagai kajian dan mendalami usulan masyarakat, ujarnya, Pemkab Tanah Datar mengusulkan agar di jalur itu diperbanyak rambu-rambu peringatan, membangun rest area, dan membuat tanjakan darurat untuk kendaraan yang mengalami blong rem.


"Kita telah usulkan beberapa kebutuhan dan perlengkapan yang akan dipasang di jalan nasional, tepatnya di Nagari Panyalaian yang sering terjadi kecelakaan beruntun," katanya, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kabupaten Tanah Datar.


Khusus untuk pembangunan tanjakan darurat, pihaknya mengusulkan dibuat di sebelah kiri ketika kendaraan datang dari arah Bukittinggi. Posisinya, kata dia, berada di atas tanah bekas jalur rel kereta api yang kini sudah tidak aktif lagi.


"Rel tersebut tidak aktif. Untuk itu dimohonkan bantuan Dirjen Perhubungan Darat untuk mengkoordinasikannya denga Ditjen Perkeretaapian, sehingga bisa dibangun tanjakan darurat bagi kendaraan yang mengalami rem blong," ucapnya.


Terkait dengan banyaknya truk yang melintas dan mengalami rem blong di jalur itu, Pemkab Tanah Datar juga mengusulkan pengaktifan kembali jembatan timbang, memeriksa kelengkapan dan kelaikan kendaraan secara rutin, dan memeriksa lengkap kondisi kendaraan di rest area sebelum melintasi jalan di Panyalaian itu.


Menurutnya, untuk meminimalisir kecelakaan, jalan nasional Padang Panjang-Bukittinggi itu harus zero truk-truk Over Dimension Over Load (ODOL)


"Kita juga mengusulkan kebutuhan rambu jalan, dalam rangka meminimalisir kemacetan pada  ruas jalan nasional di Pasar Rabaa Kecamatan X Koto," kata dia.(kominfotd; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar