Tanah Datar menjalin kerjasama dengan Pemko Sawahlunto di sektor pertanian. Kerjasama itu diikat dengan penandatanganan nota kesepahaman.
TANAH DATAR, kiprahkita.com -- Pemkab Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, sudah membuktikan, pertanian merupakan sektor andalan dalam melawan inflasi. Berbagai usaha peningkatan produksi tani dilakukan berkesinambungan, begitu juga dengan pemasarannya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan berbagai kota dan kabupaten, baik di dalam provinsi maupun luar provinsi. Kerjasama yang terbaru, ditandatangani Bupati Tanah Datar Eka Putra dengan Walikota Sawahlunto Deri Asta, Kamis (4/5).
Walikota Deri menyebut sangat apresiasi dengan usaha kerjasama tersebut, karena akan menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di bekas kota pertambangan terbesar di Sumatera Barat itu.
“Sebagai daerah tambang, Sawahlunto memiliki keterbatasan dalam bidang pertanian. Selama ini kebutuhan bahan pangan dari sektor pertanian didatangkan dari daerah tetangga, termasuk Tanah Datar,” ujarnya.
Penandatanganan nota kerja sama itu, menurut Deri, merupakan bagian dari usaha mengkonkretkannya, sehingga lebih memudahkan kedua daerah dalam bersinergi.
Sebenarnya, kata walikota, kerjasama antara Sawahlunto dengan Tanah Datar masih memiliki potensi dikembangkan, diantaranya ke sektor pariwisata. Kedua daerah, ujarnya, memiliki destinasi wisata unggulan dan saat ini dalam tahap pengembangan berkesinambungan.
Walikota menyebut, untuk meningkatkan sinergi kedua daerah di sektor pariwisata, salah satu kendala yang dihadapi adalah kondisi jalan raya yang menghubungkan kedua daerah, kini kondisinya banyak yang rusak. Akibatnya, banyak wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto enggan melanjutkan perjalanan ke Tanah Datar. Begitu pula sebaliknya.
Bupati Eka pada kesempatan menyatakan, di tengah usaha mengembangkan sektor pariwisata, pihaknya juga terus mendorong sektor pertanian untuk terus maju. Empat dari sepuluh program unggulan Tanah Datar, ujarnya, merupakan kegiatan di sektor pertanian.
“Ada empat Progul bidang pertanian, yakni mengefisienkan biaya produksi pertanian melalui bantuan pembajakan sawah gratis, meningkatkan kuota asuransi tani, asuransi ternak dan pupuk bersubsidi, dan perbaikan irigasi. Dengan demikian kita berharap, kesejahteraan para petani di Tanah Datar bisa semakin meningkat,” ungkapnya.
Bupati mengatakan, kerjasama antar daerah bertetangga merupakan sebuah langkah usaha bersama, untuk urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, dilaksanakan berkesinambungan, dan memberi manfaat bagi kedua daerah.
Kabupaten Tanah Datar berjuluk Luhak Nan Tuo, memiliki 14 kecamatan, 75 nagari dengan 395 jorong, dan berpenduduk 374.543 jiwa. Sekitar 70 persen warganya bekerja pada sektor pertanian.
"Sebanyak 70 persen bergerak di sektor pertanian tersebut dalam artian luas, yakni tanaman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan. Alhamdulillah, Tanah Datar juga dianugerahi kekayaan dengan keindahan alam dan kekayaan adat budaya untuk menggaet wisatawan berkunjung ke Tanah Datar," ungkapnya.
Potensi pertanian yang kini sudah dikembangkan, terbukti juga mampu mengendalikan inflasi, sesuai hasil kajian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Usaha yang paling fenomenal itu adalah peningkatan produksi dan hilirisasi bawang merah dan cabe merah.
“Tanah Datar merupakan daerah penghasil beras, cabe merah, bawang merah, tomat, dan telur. Komoditas ini memiliki potensi untuk dikerjasamakan oleh kedua daerah. Dengan keberhasilan Kota Sawahlunto menjadi kota terbaik menangani masalah kemiskinan juga, menjadi hal lainnya yang bisa dicontoh Tanah Datar,” katanya.(*)
surce prokopim tanah datar; editor musriadi

0 Komentar