Atasi Kesulitan Modal dengan Program Makan Rendang

Program memerangi rentenir, melahirkan inovasi Makan Rendang di Tanah Datar, upaya memberi bantuan modal usaha kecil.

 


BATUSANGKAR, kiprahkita.comUsaha melindungi masyarakat dari jeratan rentenir tidaklah mudah. Pasalnya, dalam kondisi terdesak modal usaha, warga rela menempuh hal-hal yang kerap merugikan.

 

Pemkab Tanah Datar tak ingin hal demikian terus berlanjut, berbagai inovasi pun diluncurkan, di antaranya adalah program inovasi Maksimalkan Berantas Rentenir Agar Hilang di Tanah Datar, disingkat dengan Makan Rendang di Tanah Datar.

 

“Kalau ada yang berjualan namun butuh modal tambahan, silahkan dimanfaatkan program Makan Rendang, dengan pinjaman maksimal Rp10 juta dan jangka waktu angsuran selama dua tahun. Pinjaman ini tanpa bunga dan tanpa agunan, agar masyarakat tidak lagi meminjam kepada rentenir," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra.

 

Bupati mengatakan hal itu, saat bersilaturahmi dengan masyarakat penerima bantuan sosial dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) di Masjid Raya Ridha Nagari Sawah Tangah, Kecamatan Pariangan, Rabu (14/6), sebagaimana dikutip dari publikasi Bagian Prokopim Setdakab Tanah Datar, Jumat (16/6) pagi.

 

Menurutnya, selain program Makan Rendang di Tanah Datar, ada banyak program lainnya yang dilaksanakan. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan warga, memberantas kemiskinan, dan memajukan daerah.

 

Khusus bantuan sosial PKH, bupati meminta agar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menggunakannya sesuai kebutuhan prioritas, tidak untuk hal-hal yang manfaarnya kurang berdampak pada perbaikan kehidupan.

 

“Manfaatkan sebaik-baiknya bantuan yang diberikan dan jangan gunakan bantuan ini untuk hal-hal yang tidak penting,” ujar bupati.

 

Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar H. Afrizon menjelaskan, KPM-PKH di Nagari Sawah Tangah tercatat 108 orang, sedangkan di Nagari Pariangan yang merupakan ‘tetangga dekat’ ada sebanyak 77 orang.

 

Bantuan tersebut, katanya, bertujuan meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

 

Tujuan lainnya adalah mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan, menciptakan perubahan prilaku kemandirian keluarga penerima manfaat, serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial.(mus)

Posting Komentar

0 Komentar