Solusi Hadapi Kelangkaan Pupuk dengan Biosaka



PADANG PANJANG, kiprahkita.com - Kerap langkanya pupuk bersubsidi berdampak tidak baik terhadap petani. Mereka kesulitan untuk meningkatkan produksi.


Berbagai cara sudah dilakukan, tapi petani tetap saja sulit mendapatkan pupuk. Solusi lain adalah dengan pupuk organik, tapi harganya mahal dan terkadang lebih mahal pula dari pupuk nonsubsisidi.


Lalu apa akal lagi untuk meningkatkan produksi pertanian? Di Kota Padang Panjang, para petaninya mencoba langkah baru menggunakan biosaka yang bisa dibuat sendiri oleh petani.


Setidaknya, larutan biosaka itu telah diujicoba oleh petan dari Kelompok Tani (Poktan) Masbulo Kelurahan Tanah Hitam dan Poktan Sepakat Utara Kelurahan Bukit Surungan.


Menurut Penyuluh Pertanian Lapangan Marzili, biosaka ditemukan Muhammad Anshar, adalah larutan ekstrak tumbuhan yang berperan sebagai elisitor, yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman. 


"Tanaman yang dijadikan bahan biosaka adalah semua jenis gulma, semak belukar tetapi bukan tanaman yang bisa menyebabkan gatal. Untuk membuat Biosaka diperlukan paling sedikit lima jenis tanaman. Syaratnya tanaman sempurna tidak cacat, tidak terserang  hama dan penyakit, dan tumbuh  di tempat yang gersang," katanya.


Dinas Kominfo Kota Padang Panjang merilis, bila Anda tertarik membuat biosaka, langkah pertama yang dilakukan adalah menyediakan air 3-5 liter dalam ember.


Setelah itu, masukkan bahan tanaman ke dalam air sambil diremas-remas dengan tekanan kecil selama 15-20 menit, sambil diputar ke kiri guna mengaduk air supaya homogen. Setelah 15-20 menit, ampas tanaman dibuang. Saring air hasil remasan kemudian masukkan ke dalam botol.


Keunggulan biosaka, imbuhnya, mampu menghemat pemakaian pupuk kimia hingga 50 persen.


"Cairan Biosaka yang berhasil dibuat itu itu tidak mengeluarkan gas. Homogen dalam botol tidak terjadi pemisahan setelah 24 jam. Pengaplikasianya, campur Biosaka dengan air bersih, 1-2 cc biosaka untuk satu liter air," tambahnya.


Di Padang Panjang, terangnya, pengunaan biosaka ini Padang Panjang sudah menunjukan hasil, seperti Poktan Masbulo yang menjadi juara I dalam Gerakan Tanam Cabai. Sedangkan Poktan Sepakat Utara sampai sudah dua kali pengaplikasian pada tanaman padi dan cabai mereka, dengan hasil menggembirakan.(kominfopp; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar