Bupati Eka Putra menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan APBD 2022. Anggota DPRD akan menyampaikan tanggapannya.
PAGARUYUANG, kiprahkita.com - Anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar, Selasa (27/6) pagi ini, diagendakan akan menyampaikan tanggapan melalui pandangan umum fraksi, dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanah Datar.
Ketua DPRD H. Ronny Mulyadi Dt. Bungsu menyampaikan, pandangan umum disampaikan, terkait nota penjelasan yang disampaikan bupati pada Rapat Paripurna, Senin (27/6) siang, di Ruang Sidang Utama DPRD Tanah Datar; Pagaruyuang.
”Insya Allah, Rapat Paripurna untuk mendengarkan Pandangan Umum Fraksi akan dilaksanakan esok (hari ini-red), dan tanggapan atau jawaban bupati akan dilaksanakan Senin pekan depan,” katanya.
Bupati telah menuampaikan Nota Penjelasan Bupati Tanah Datar Atas Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022, Senin (26/6/2023) di ruang rapat DPRD setempat.
Rapat dipimpin Rony didampingi Wakil Ketua Anton Yondra dan Saidani serta diikuti 22 anggota lainnya, serta Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten II, Asisten III, Kepala OPD, Camat, Wali Nagari dan undangan lainnya.
Eka menjelaskan, pendapatan daerah dalam APBD 2022 ityu ditargetkan lebih Rp1,187 triliun, sedangkan realisasinya sekitar Rp1,173 triliun lebih atau 98,86 persen yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Sedcangkan anggaran belanja yang terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tak Terduga dan Belanja Transfer, dianggarkan sebesar Rp1,288 miliar, realisasinya sebesar Rp1,186 miliar atau 92,14 persen.
“Belanja Operasi dianggarkan sebesar Rp1,002 triliun, realisasinya Rp917,8 miliar lebih atau 91,56 persen. Belanja Modal dianggarkan sebesar Rp122,9 miliar realisasinya sebesar Rp122,2 miliar lebih atau 91,34 persen. Kemudian belanja tak terduga dianggarkan sebesar Rp10,2 miliar lebih realisasinya sebesar Rp3 miliar lebih atau 29,31 persen, sedangkan Belanja Transfer dianggarkan Rp152,4 miliar lebih realisasinya sebesar Rp153,7 lebih,” terangnya.
Sementara itu, Penerimaan Pembiayaan, berupa penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2021 sebesar Rp111,5 miliar lebih dengan realisasinya 100 persen.
Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan berupa penyertaan modal atau investasi sebesar Rp10,599 miliar dengan realisasinya Rp10,525 miliar lebih atau 99,31 persen.
Pembiayaan Netto yang merupakan selisih antara penerimaan pembiayaan daerah dengan pengeluaran pembiayaan daerah, dianggarkan Rp100,997 miliar lebih realisasinya Rp101,070 miliar lebiih atau 100,07 persen.
Tahun Anggaran 2022 itu, menurut bupati, terdapat defisit anggaran sebesar Rp13,3 miliar lebih, dimana jika diakumulasikan dengan pembiayaan netto, maka diperoleh sisa pembiayaan anggaran tahun 2022 sebesar Rp87,7 miliar lebih.(prokopimtd/mus)

0 Komentar