Filosofi di Balik Tugu Latsitarda Nusantara



PADANG, kiprahkita.com - Program Latsitarda Nusantara XLIII Tahun 2023 berhasil dengan baik. beragam cerita dan notalgia pun terukur. Tugu Latsitardanus berdiri gogoh menjadi simbol prestasi gemilang itu.


Tugu Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Lansitardanus) itu dibangun di halaman Kantor Camat Lubuk Begalung. Rupanya, tugu itu bukan sekadar simbol, tetapi sarat dengan filosofis dan makna.


Camat Lubuk Begalung Heriza Syafani menelaskan, dari bentuknya tugu itu menyerupai tanduk kerbau yang menjadi simbol untuk gonjong rumah gadang. Dalam konteks tugu itu, ujarnya, ini menampilkan kearifan lokal masyarakat Minangkabau.


Lalu ada pula isinya terdapat lambang Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan dibuktikannya kehadiran peserta yang berasal dari beragam suku dan instansi, hal tersebut memperkuat persatuan dan kesatuan. Ada juga nama peserta, lambang Latsitardanus XLIII, dan instansi.


Adapun terjemahan tugu, kata Heriza, menjelaskan mengenai keberagaman yang dapat disatukan. Sebab peserta juga berasal dari instansi berbeda, budaya, dan sebagainya.


Tugu itu diresmikan pada Rabu (7/6) malam, saat berangsung prosesi seremonial penutupan program dan pepisahan masyarakat Padang dengan peserta.


Wakil Walikota Ekos Albar, dalam sambutannya saat meresmikan tugu mengatakan, dengan adanya kegiatan Latsitardanus XLIII Tahun 2023 di Kota Padang, memberikan dampak positif untuk semua pihak. 

“Alhamdulillah, melalui kegiatan Latsitardanus XLIII Tahun 2023 ini bersama dengan masyarakat, banyak hal yang dapat kita lakukan. Seperti kegiatan fisik dan non-fisik,” ucap Ekos, sebagaimana dirilis Dinas Kominfo Kota Padang.


Adapun kegiatan fisik, jelas Ekos, seperti pembangunan betonisasi jalan sepanjang 250 meter yang menghubungkan Kelurahan Pegambiran Ampalu dan Kelurahan Kampung Jua, pembangunan jembatan di Batu Kasek. 


“Pembangunan jalan ini merupakan program unggulan perwujudan Pemerintah Kota Padang. Yaitu melanjutkan betonisasi jalan lingkungan, pengaspalan dan pelebaran jalan, perbaikan drainase, dan pengendalian banjir yang difasilitasi Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Padang,” jelasnya.


Jalan tersebut adalah sebagai penghubung antara Kelurahan Pegambiran Ampalu dan Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, termasuk penghubung ke objek wisata Bukit Nobita.


Kegiatan non-fisik peserta meliputi sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, di antaranya SMAN 4, SMKN 7, SMKN 9 Kota Padang, dan SMAN 1. Topik penyuluhannya tentang bahaya narkoba, kamtibmas, jaga kuantitas dan hal lainnya yang difasilitasi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.


Tak hanya itu, kata Ekos, adapun kegiatan kunjungan wisata peserta Latsitardanus XLIII di Kota Padang Tahun 2023 ke destinasi wisata Gunung Padang, Lobang Jepang di Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo, serta pembersihan Pantai Pasir Jambak yang difasilitasi Dinas Pariwisata Kota Padang.(charlie)

Posting Komentar

0 Komentar