Empat provinsi merasakan guncangan gempa Mgnitudo 6,4 (update 6). Sejumlah rumah rusak. Warga diminta memonitor situasi.
BANTUL, kiprahkita.com - Gempa bumi Magnitudo 6,4 (update 6), Jumat (30/6) pukul 19.57 WIB, mengguncang empat provinsi di Pulau Jawa. Pusatnya adalah di laut sekitar 86 kilometer barat daya Bantul.
Masyarakat yang melaporkan merasakan guncangan gempa secara live platform youtube berasal dari empat provinsi itu adalah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Lama resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, pusat gempa itu ada pada kedalaman 25 kilometer dengan koordinat 8,63 Lintang Selatan:110,08 Bujur Timur.
Getaran gempa dalam Skala IV MMI (Modified Mercalli Intensity) disebut dirasakan di Tulung Agung, Nganjuk, Kebumen, Ponorogo, Pacitan, dan Trenggalek. Dalam skala ini, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Sedangkan Skala III-IV MMI dilaporkan dirasakan warga di Karangkares, Klaten, Kediri, Kulonprogo, dan Wonogiri. Dalam skala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu di Banjarnegara, Purbalingga, Purwokerto, Mojokerto, Pacirfan, Gresik, Malang, Salatiga, dan Jepara.
Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta merilis data kerusakan sementara, tidak ada korban jiwa, genteng beberapa bangunan ambruk, dan ada bangunan yang atapnya jatuh.
Sementara Pusdalops BNPB meriis, di Kabupaten Kebumen tercatat sementara dua unit rumah rusak ringan, dan jaringan listrik terpurus di beberapa wilayah.
Laporan kerusakan bangunan juga datang dari Kabupaten Trenggalek, Gunung Kidul, dan Kebumen.
Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menjelaskan, gempa susulan sedikitnya sudah tercatat sepuluh kali dengan kekuatan di bawah Magnitudo 5. "Masyarakat tak perlu panik, tapi diharap terus memonitor perkembangan situasi. Peluang gempa susulan masih dapat terjadi, meski kekuatannya masih lemah," ujarnya.(mus)

0 Komentar