Oleh Ardinan
Wakil Ketua PDM Pasaman Barat
KIPRAHKITA.com - Masjid dan Mushalla Muhammadiyah yang berada di Sumatera Barat, umumnya bernama Taqwa (kadang ditulis at-Taqwa). Bahkan nama ini juga banyak dipakai di wilayah sumatera lainnya.
Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Riau, Lampung hingga Jakarta, banyak masjid dan mushalla Muhammadiyah yang bernama Taqwa itu, termasuk yang di Kantor PP Muhammadiyah dahulunya bernama at-Taqwa, sekarang at-Tanwir).
Tentu tanpa bermaksud meniadakan nama Masjid dan Mushalla Muhammadiyah lainnya. Taqwa telah menjadi nama ikon untuk Masjid Muhammadiyah. Konon kabarnya sebelum nama Taqwa, dahulu juga ada yang bernama Masjid Jihad. Namun karena khawatir disalah pahami dan dianggap terlalu keras, nama al-Jihad diganti. Nama Taqwalah yang populer.
Kenapa bernama Taqwa? Atau mungkinkah kita mencukupkan jawaban, seperti syair yang terkenal itu “untuk apalah sebuah nama”, namun sebagai kader/warga lebih bijaksana kalau kita bertanya dan mencari hikmah, kenapa Masjid Muhammadiyah umumnya bernama Taqwa?
Fungsi Masjid dan Mushalla Bagi Muhammadiyah
Persyarikatan Muhammadiyah memposisikan masjid dan mushalla sebagai amal usaha (AUM). Masjid berfungsi sebagai: pusat dakwah, pendidikan dan Kaderisasi.
Masjid dan mushalla bagi persyarikatan diharapakan menjadi basis kegiatan sepertoi rapat, pengajian pengkaderan, dan pemberdayaan serta lainnnya, terutaman bagi warga di akar rumput, cabang-ranting, apalagi pimpinan.
Denyut kehidupan cabang ranting meski dekat dengan masjid dan mushalla Muhammadiyah, oleh karena itu di periode 2022-2027 namal LPCR (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting berubah nama menjadi LPCRM (Lembaga Pengembangan Cabang-Ranting dan Masjid).
Selain itu, Masjid Muhammadiyah juga berfungsi sebagai tempat pembinaan jamaah, serta sebagai pelayanan dan pemberdayaan ummat. Dengan demikian AUM Masjid dan Mushalla Muhammadiyah terbuka untuk siapapun dari kalangan ummat Islam, siapapun boleh beribadah, shalat, mendengangar kajian di Masjid Muhammadiyah, meskipun bukan anggota/kader Muhammadiyah. Namun dalam manajemen pengelolaan tentu dilaksanakan oleh Muhammadiyah, karena sifatnya AUM.
Hikmah di Balik Nama
Belum ditemukan, baik dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiah (HPT) maupun Fatwa tarjih dalam Tanya Jawab Agama (TJA) serta dokumen Muhammadiyah lainnnya, latar belakang kenapa Masjid Muhammadiyah diberi nama Taqwa.
Hanya saja, ada ayat Al-Quran yang mengaitkan masjid dan taqwa. “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya…” Q.S.9:108.
Buya Yunahar Ilyas pernah menyampaikan, maksudnya adalah membangun masjid harus dengan motivasi mencari ridha Allah Subhanahu Wata’ala, bukan karena motivasi duniawi, atau untuk sekedar berbangga-bangga, bermegah-megahan serta berbagai motivasi duniawi lainnya. Namun hendaknya motivasi membangun masjid adalah taqwa. Taqwa bisa berarti karena ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan mengamalkan agamaNya.
Rasulullah SAW bersama kaum muslimin pernah meruntuhkan bangunan Masjid Dhirar, sebuah masjid yang didirikan oleh orang-orang munafik dengan motivasi bukan karena Taqwa. Tapi untuk memata-matai umat Islam, menghancurkan Islam. Disinilah pentingnya membangun masjid, hanya semata motivasi Taqwa.
Dengan demikian, bisa jadi Muhammadiyah umumnya memberi nama Taqwa untuk masjid dan mushallanya, dalam rangka untuk terus memotivasi dalam niat, membangun masjid haruslah karena Taqwa.
Jika sudah terbangun dilanjutkan dengan memakmurkan Masjid, mengisi kegiatan untuk memperkuat Taqwa kaum muslimin, serta selalu mempersiapkan bekal menuju Allah Subhanahuwata’ala dengan membawa bekal Taqwa “…sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa” Q.S.2:197. Wallahu a’lam.***

0 Komentar