Asrama Ponpes Safinatun Najah di Simpang Ampek, Pasaman Barat, Sabtu (3/6) pagi terbakar. Kerugiannya mencapai Rp700 juta.
SIMPANGAMPEK, kiprahkita.com - Satu petak gedung asrama di Pondok Pesantren Safinatun Najah Pasaman Baru, Nagari Lingkung Aua, terbakar. Sejauh ini, jajaran kepolisian masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebabnya.
Kapolres AKBP Agung Basuki menyebut, kendati tidak ada korban jiwa, namun kerugian material cukup esar, khususnya barang-barang santriwati yang tidak sempat dievakuasi juga ikut terbakar.
Tim Identifikasi Sat Reskrim, katanya, masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti sumber api dan penyebab kebakaran, namun perkiraan sementara, kejadian tersebut disebabkan korsleting listrik di plafon asrama santriwati.
“Akibat dari kejadian tersebut, pihak Pesantren Safinatun Najah mengalami kerugian sekitar Rp700 juta," katanya.
Kapolres mengatakan, begitu mendapatkan laporan adanua musibah, pihaknya langsung memerintahkan personil ke lapangan, melakukan pengamanan dan evakuasi bekerjasama dengan jajaran instansi terkait lainnya, serta melakukan identifikasi penyebab pasti terjadinya kebakaran.
Bangunan pesantren Pimpinan H. Bulkhaini, Lc ini yang hagus terbakar adalah empat unit bangunan permanen asrama santriwati.
Niko Farma, salah seorang saksi yang juga pengasuh santriwan dan santriwati itu mengatakan, awalnya dia melihat ada kepulan asap dari ruang asrama santriwati, kemudian datang Ustadz Riski yang langsung membuka pintu asrama, kemudian muncul api sudah yang menyala besar.
"Secara bersama-sama, kami melakukan evakuasi terhadap barang-barang santri dan melakukan pemadaman secara manual, setelah itu baru mendapat bantuan dari armada pemadam kebakaran, aparat terkait, dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Api dari asrama santriwati cepat merembat hingga menghaguskan bangunan yang saling berdekatan karena pada saat kejadian angin begitu kencang.
“Dari keterangan saksi, ia mengaku melihat api dari atas plafon bangunan asrama santriwati yang kemudian membesar,” ujarnya.
Kobaran api berhasil dipadamkan satu jam kemudian. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 Wib setelah satu unit mobil pemadam kebakaran melakukan pemadaman, yang sebelumya personel Polres dan warga setempat menggunakan alat seadanya,” ungkapnya.(gmz)

0 Komentar