Kesiapsiagaan Bencana di Padang Harus Jadi Topik Setiap Saat

Padang daerah yang berhadapan dengan banyak potensi bencana alam. Kesiapsiagaan harus jadi topik setiap saat, di tengah beragam isu terkini.



PADANG, kiprahkita.com -- Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar menegaskan, semua pihak harus senantiasa menekankan pentingnya kesiapsiagaan, sekaligus melakukan usaha menjadikan masyarakat melek bencana.


"Ada banyak isu terkini menyangkut kebencanaan, di tengah fenomena alam yang terus berubah. Kini ada fenomena elnino, kenaikan suhu bumi, dan ancaman kekeringan. Ini membutuhkan koordinasi semua staheholder," katanya.


Andree mengatakan hal itu, Rabu (31/5), di Lapangan Tugu Apeksi Balai Kota Padang, saat memberi arahan pada kegiatan kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang bersama stakeholder, dalam upaya membangun komunikasi dan sinergitas.


Dia juga mengimbau stakeholder kebencanaan untuk siap berbagi ilmu kepada masyarakat. Setiap insan kebencanaan, tegasnya, harus mempunyai rasa peduli agar kebersamaan dapat dirasakan lebih mendalam.


"Kita perlu memahami bersama, terus melakukan koordinasi dan edukasi, bagaimana kita mengoptimalkan potensi bersama, sehingga menjadikan Padang sebagai kota yang tangguh bencana," ujarnya, sebagaimana dirilis Media Center Dinas Kominfo Kota Padang.


ZONA MERAH

Di sisi lain, potensi bencana yang dari dahulu berhadapan dengan masyarakat Kota Padang adalah ancaman gempa bumi dan tsunami. Sekitar 60 persen kawasan kota, berada pada zona merah tsunami.


Kota Padang berada di bibir pantai Samudera Hindia. Hampir sejuta penduduk Kota Padang, 60 persen diantaranya berada di zona merah tsunami, warga mesti dibekali dengan edukasi menghadapi bencana.


Menurut Asisten I Setdako Padang Edy Hasymi, skill atau pemahaman dalam menghadapi bencana mesti dimiliki oleh setiap orang. Mereka yang tidak memiliki skill saat terjadi bencana, ucapnya, akan terlebih dahulu menjadi korban.


Pemko Padang memang telah melakukan edukasi kepada masyarakat. Kota ini diharapkan tumbuh menjadi kota cerdas bencana.


Dia pun berharap, edukasi dalam menghadapi bencana dapat diberikan pihak kelurahan kepada seluruh warga. Seluruh aparat di kelurahan dan masyarakat memahami edukasi atau pengetahuan tentang kebencanaan.(charlie/ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar