Giliran pedagang santan dan bumbu masak. Mereka menyiapkan dagangan sebelum subuh, berlanjut hingga senja.
PADANG PANJANG, kiprahkita.com - Ada rezeki musiman yang dinanti-nanti. Kalau Idul Fitri adalah rezekinya pedagang pakaian, kue-kuean, dan jasa transportasi, maka kini giliran pedagang santan dan bumbu masak daging, seiring dengan pelaksanaan ibadah qurban Idul Adha 1444 H.
Pantauan yang dilakukan jajaran pemberitaan Dinas Kominfo Kota Padang Panjang mendapatkan kenyataan, transaksi pedagang santan dan bumbu itu di Pasar Padang Panjang terlihat sangat tinggi.
Prosesnya berlangsung hingga senja menjelang, sejak awal proses penyiapannya sebelum subuh. Bahkan, sejumlah warung di lingkungan pemukiman pun, hingga malam hari dikunjungi konsumen untuk mendapatkan kedua jenis bahan memasak daging itu.
"Sejak kemarin kami kewalahan melayani pembeli yang silih berganti datang membeli dan memesan santan," ujar Andra, seorang penjual santan di pasar tradisional berarsitektur modern tersebut.
Andra mengakui, ia mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari hari biasa. Bila di hari-hari biasa santa yang dijual hanya berasal dari 1.500 butir kelapa, maka saat hari raya qurban ini mencapai 2.600 butir dalam sehari.
Sedangkan Zikri mengaku, dia bisa menjual santan sedikitnya berasal dari dua ribu butir kelapa.
Dari segi harga, baik di hari biasa maupun saat hari raya pedagang santan tetap mematok harga seperti biasa. "Meskipun ramai pembeli kami, tidak menaikkan harga. Harga seperti biasa," kata keduanya.
Orderan tinggi juga dialami pedagang bumbu untuk memasak daging, seperti bumbu rendang, sate, sop, cabai giling halus dan sebagainya. "Tergantung permintaan masyarakat, mau membeli bumbu apa, sudah disediakan di sini," sebut seorang pedagang.
Bila hari biasa, konsumen membeli bumbu masak daging dalam takaran seperempat kilogram, maka pada saat Idul Adha ini rata-rata membeli di atas satu kilogram per konsumen.
Nanda menyampaikan, bumbu yang ia jual adalah buatan sendiri yang sudah disiapkan sejak malam. Di pasar pun mereka tetap mengolah bumbu ini, karena permintaan masyarakat sangat tinggi.
"Kami sangat bersyukur Iduladha banyak masyarakat membeli bumbu untuk mengolah daging kurban," tuturnya.(kominfopp/cigus; ed. mus)

0 Komentar