Kuflet Diskusikan Folklore Selaku Kebudayaan Turun-temurun


PADANG PANJANG, kiprahkia.com - Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, Sabtu (10/6), kembai menggelar diskusi rutin. Kali ini temanya adalah Folklore,


Ketua Umum Komunitas Seni Kufler Akbar menjelaskan, diskusi itu menghadirkan narasumber ahli Maharani Saputra, dan dimoderatori Sarah Samosir.


Maharani dalam sajiannya menjelaskan, Folklore berasal dari dua kata, yaitu folk artinya sekelompok yang mempunyai ciri-ciri fisik, sosial dan kebudayaan. Sedangkan lore artinya tradisi yang dimiliki yang diwariskan secara turun temurun.


"Bedanya folkrole dengan sejarah folklore, identik dengan tradisi dan kesenian yang menyatu di dalam kehidupan masyarakat, sedangkan sejarah kejadian yang terjadi di masa lampau dan disusun berdasarkan peninggalan-peninggalan berbagai peristiwa," jelasnya.


Menurutnya, sebagai kebudayaan yang kolektif tersebar dan diwariskan secara turun-temurun, dalam bentuk tradisional, baik lisan maupun yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat. Cerita atau narasi itu di antaranya legenda, mitos, dongeng, hikayat, cerita pendek, cerita rakyat, fabel.


Berbagai narasi berbasis folklore pun bermunculan dari peserta diskusi, misalnya sosok perempuan berambut panjang di Danau Toba, cerita-cerita saat tsunami melanda Aceh pada 25 Desember 2004 lalu, dan legenda anak-anak dilarang bermain waktu Maghrib di Bukit Kandis.(rel/pajar)

Posting Komentar

0 Komentar