Oleh Ardinan
Wakil Ketua PDM Pasaman Barat
KIPRAHKITA.com - Hari ini, Sabtu 10 Juni 2023, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kinali mengadakan Musyawarah Cabang (Musyca) ke-7 di Komplek Perguruan Muhammadiyah Alamanda Kinali.
Sebulan yang lalu, 15 Mei 2023, PCM Kinali mendatangkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai Dr. Sa’ad Ibrahim. Kyai malamnya mengadakan Temu Kader Muhammadiyah se-Pasaman Barat (Pasbar). Siangnya mengikuti acara Batagak Kudo-kudo (Gotong Royong Pengumpulan Dana) pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah Alamanda Kinali. Juga dihadiri bupati dan wakil bupati Pasaman Barat. Dua momentum kegiatan penting ini patut diulang-diulang makna yang ada.
Malam temu kader Muhammadiyah se-Pasbar itu, Kyai Sa’ad mengajukan tiga pertanyaan yang membuat penasaran, dan tak terasa mengantuk ratusan kader yang hadir, meskipun pertemuan sudah larut malam, dan hampir tiga jam berbicaranya sang kyai.
Pertanyaan pertama, mengapa kita bermuhammadiyah? Kedua, bagaimana kita bermuhammadiyah? Dan ketiga, untuk apa kita bermuhammadiyah?
Kyai Sa’ad yang juga mantan direktur Pasca Sarjana UIN Malang itu menjawab dengan jelas, mengapa kita bermuhammadiyah. Kyai Sa’ad mengawali jawaban dengan beberapa ayat al-Quran, di antaranya Q.S 3:142. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
Jihad, termasuk mendermakan harta untuk kebaikan Islam dan umat Islam, amar makruf nahi munkar, dan lainnnya, agar kita masuk surga Allah Subhanahu warta’ala.
Muhammadiyah ini, kita jadikan sebagai wasilah jihad. Mengaharap surga Allah SWT. Kenapa perlu jihad terorganisir (organisasi Muhammadiyah), karena jihad secara organisasi akan lebih besar hasilnya dari pada jihad individu.
Jadi, kita bermuhammadiyah berjihad mengharap surga Allah SWT. Bagaimana kita berMuhammadiyah, diantaranya untuk mendidik kemauaan (Tarbiyatul lil irodah), berbuat yang lebih besar, kita Muhammadiyah organisasi besar, maka berpikir juga harus besar, mengurus Muhammadiyah hati kita harus menyatu, silaturrahim harus terjaga, agar kita bisa berbuat lebih besar.
Lalu Untuk apa kita bermuhammadiyah, diantaranya dalam rangka Likalimtaillah, untuk menegakkakan kalimat Allah, untuk peradaban, untuk kemanuasiaan.
"PWM Jatim yang saya pimpin periode lalu, memiliki semboyan PWM rasa PP, oleh karenanya, kita mulai dengan bismillah yakni dengan membeli gereja di Eropa untuk dijadikan masjid, kita tau ini akan memiliki proses panjang, karena antar negara, namun kita mulai saja dengan Bismillah. Karena kita yakin pertolongan Allah itu sangat dekat," ujar Kyai Sa’ad ketika itu.
Ia turut bersyukur, bahwa selama ini PCM Kinali sudah masuk PCM unggulan di Sumbar, bahkan di Sumatera. Namun harus tetap berpikir dan berbuat lebih besar lagi.
Dengan demikian, PCM Kinali yang mengadakan Muscya ke-7 hari ini, semoga mampu lebih besar lagi, di bawah kepemimpinan pak Kusnan (ketua) dan anggota PCM lainnnya. PCM Kinali telah mampu menjadi nomor 3 cabang unggulan nasional.
Kini Pak Kusnan telah menjadi wakil ketua PDM Pasbar, agar bisa berbuat lebih besar. Semoga dengan Musyca Muhammadiyah Kinali ke-7 ini, terpilih pimpinan yang solid dan berbuat lebih besar.
Kader masih banyak pelanjut estafet kepemimpinan, suasana guyub rukun masih terjaga. Tidak terbebihan, jika kita optimis Cabang Kinali akan semakin maju, berbuat lebih besar, kompak atau meminjam istilah PWM Sumbar “Solid dalam gerakan, terukur dalam tindakan”. Insya Allah.***

0 Komentar