Muhammadiyah Sumbar Masuki Era Digitalisasi Informasi



PADANG, kiprahkita.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat memasuki era digitalisasi informasi, seiring dengan hadirnya website resmi.


Menurut Ketua PWM Sumbar Dr. Bakhtiar, website resmi PWM Sumbar itu tidak hanya berisi data-data persyarikatan dan keorganisasian saja, tetapi juga beragam informasi dan dinamika kegiatan yang dikemas dalam bentuk berita, feature, dan artikel.


"Untuk mengelola website itu, termasuk urusan pasokan berita dari daerah-daerah, dilaksanakan pelatihan khusus kepenulisan, jurnalistik, dan kehumasan. Pesertanya utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumbar, pimpinan organisasi otonom, dan tim media kreatif PWM Sumbar," ujar Bakhtiar, Rabu (7/6), saat membuka kegiatan pelatihan bagi kontributor medianya, di Lantai II Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar, Jl. Sawahan Padang.


Selama mengikuti pelatihan, para peserta langsung menulis berita untuk kemudian diedit secara terbuka, berita yang sudah dipandang memenuhi standar minimal, oleh admin pwmsumbar.or.id langsung dirilis, di bawah bimbingan dua instruktur pelatihan jurnalistik; yakni Wartawan Utama Musriadi Musanif dan Direktur P3SDM Jawa Timur Nova Indra.


Menurut Bakhtiar, kendati masih unggul bila dibanding dengan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya, namun PWM Sumbar akan terus meningkatkan intensitas penyebarluasan informasi, sehingga Muhammadiyah tidak lagi terkesan pelit informasi.


Apa yang diungkap Bakhtiar, diamini pula oleh Sekretaris PWM Sumbar H. Apris. "Beberapa media sudah aktif memberitakan kegiatan Muhammadiyah. Tapi intensitasnya masih sangat rendah. Kegiatan-kegiatan di daerah dan amal usaha masih belum terekspos. Dengan adanya website resmi ini, kita siap memasuki era digitalisasi informasi," ujarnya.


Dengan mengunjungi website Muhammadiyah Sumbar itu, menurut Apris, maka segala informasi yang dibutuhkan terkait geliat persyarikatan dapat diakses dengan mudah, tanpa terikat jarak dan waktu.


Apris mengajak para peserta pelatihan, setelah kembali ke daerah masing-masing, dapat memasok informasi kegiatan Muhammadiyah, sehingga bisa diterbitkan di media online ini. Selain pasokan berita, daerah-daerah juga diharapkan mengirimkan data-data organisasi, sehingga dapat dirilis dan diakses publik melalui website itu.(mus)

Posting Komentar

0 Komentar