Penastani XVI Diikuti 293 Bupati Walikota dan 23.780 Peserta

adpim sumbar


Penastani ke-16 berlangsung 10-15 Juni 2023 ramai. Menteri, gubernur, bupati walikota, dan peserta memadati Lanud Tabing Padang.


PADANG, kiprahkita.com - Pembukaan Pekan Nasional (Penas) Tani dan Nelayan ke XVI Tahun 2023 atau populer dengan sebutan Penastani, Sabtu (10/6), dipadati pengunjung. Sejumlah menteri, gubernur, 293 orang bupati dan walikota, serta 23.780 peserta hadir di arena.


Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah menegaskan, kegiatan ini menjadi kebanggaan bagi daerah yang dipimpinnya, karena berlangsung meriah. Apalagi, ujarnya, Sumba sangat dikenal sebagai sentra pertanian di Indonesia.


Menurutnya, sekitar 57 persen penduduk Sumbar hidup  dari sektor pertanian. Sektor menjadi penyumbang pendapatan daerah yang cukup besar, yakni sekitar 23 persen.


"Dari Rp6,7 rriliun total APBD, 670 miliar lebih telah kita alokasikan untuk bidang pertanian  setiap tahunnya," sebut gubernur, sebagaimana dirilis Biro Adpim Pemprov Sumbar.


Pada 2023 ini, imbuhnya, nilai tukar petani Sumba mencapai 112 persen, melebihi angka rata-rata nasional. Itulah kontribusi kami, sebutnya, untuk bangsa ini dari sisi pertanian.


Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Yadi Sofyan Noor selaku ketua panitia penyelenggara menyampaikan, tema penastani tahun ini adalah Memantapkan Potensi dan Nilai Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan yang Berkelanjutan Menuju Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Tahun 2045.


Ada 31 kegiatan yang dihelat dalam iven ini, dibagi ke dalam enam bidang kegiatan yakni upacara dan apresiasi, kemandirian dan kepemimpinan KTNA, kemitraan usaha dan jaringan informasi agribisnis.


Lalu, pengembangan teknologi dan kualitas produksi agribisnis, studi banding, wisata dan pergelaran seni budaya, serta kesekretariatan.


Penastani bertujuan memotivasi dan menggairahkan petani, nelayan, dan masyarakat agribisnis untuk pembangunan pertanian yang berdaya saing, berkelanjutan melalui kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda dalam pembangunan pertanian.(adpsb; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar