Penerima Bantuan Pemerintah di Sungai Tarab Menurun



BACA JUGA

BATUSANGKAR, kiprah kita.comData Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menunjukkan, penerima bantuan pemerintah di Kabupaten Tanah Datar terus menurun. Ini menjadi pertanda, ekonomi masyarakat semakin membaik.

 

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Tanah Datar H. Afrizon, saat memberi laporan kepada Bupati Eka Putra, saat melakukan pembinaan terhadap masyarakat Nagari Talang Tangah dan Nagari Sungai Tarab, Kecamatan Sungai Tarab yang terdata dalam DTKS, Selasa (06/06).

 

“DTKS Program Keluarga Harapan (PKH) di Tanah Datar sudah jauh menurun, bahkan hampir 2000 orang, hal ini menandakan perekonomian masyarakat terus membaik, sehingga banyak PKH yang mengundurkan diri,” ujar Afrizon.

 

Khusus di dua nagari itu, Afrizon menjelaskan, penerima manfaat PKH di Nagari Talang Tangah sebanyak 228 orang dan Nagari Sungai Tarab 286 orang. Angka itu, katanya pada kegiatan yang juga dihadiri Camat Sungai Tarab AH Miza Azis, sudah menurun dibanding tahun lalu.

 

Bupati dalam arahannya mengatakan, banyaknya warga PKH yang sudah mengundurkan diri menjadi indikasi ekonomi mereka membaik, dan dapat dikatakan memasuki sejahtera dan tergolong mampu, sehingga tidak lagi layak menerima bantuan sosial dan penerima manfaat PKH terus berkurang di Tanah Datar.

 

“Kita berharap, setiap tahun DTKS penerima manfaat PKH terus berkurang. Berbagai upaya dilakukan, program unggulan dilahirkan guna membantu masyarakat terhindar dari himpitan ekonomi,” ucap bupati, sebagaimana dikutip dari publikasi Bagian Prokopim Setdakab Tanah Datar, diakses pada Kamis (8/6).

 

 

Dengan meningkatkan ekonomi masyarakat di Tanah Datar, imbuh bupati, pemerintah daerah tetap akan terus berinovasi, untuk melahirkan program unggulan seperti membajak sawah gratis (Bombastis), sebagai salah satu program yang membantu petani meringankan biaya produksi, peningkatan kuota pupuk bersubsidi, asuransi tani, perbaikan jaringan irigasi, dan asuransi ternak.

 

Bupati juga menegaskan, banyaknya warga yang terjerat rentenir juga menjadi fokus perhatian pemda. Program menghabisi rentenir dan meminimalisir warga yang terjerat, katanya, diaplikasikan dalam bentuk apa yang dikenal dengan istilah Makan Rendang di Tanah Datar, penyebutan untuk Maksimalkan Pemberantasan Rentenir agar Hilang di Tanah Datar.

 

Dalam program itu, terangnya, masyarakat akan mendapatkan pinjaman modal dari perbankan yang bekerjasama, tanpa agunan dan tanpa bunga, mengembangkan usaha mereka. Dengan demikian diharapkan, imbuhnya, ekonomi masyarakat akan tumbuh, dan mereka bisa keluar dari DTKS PKH.

 

Progul lain yang juga berdampak baik terhadap peningkatan ekonomi adalah Nagari Satu Event yang tahun ini semakin gencar dilaksanakan di nagari-nagari.

 

Semetara itu, untuk mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, pemerintah daerah mengusung program Satu Rumah Satu Hafizh. Anak yang berhasil menghafal Alquran sebanyak 30 juz, memperoleh reward dan bantuan biaya ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

Hadir pada kegiatan itu Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos PP PA Mashuri Maiza, walinagari Talang Tangah, walinagari Sungai Tarab, pendamping PKH, dan tokoh masyarakat dari kedua nagari.(prokopimtd; ed. mus)

Posting Komentar

0 Komentar