![]() |
| Biro Adpim Pemprov Sumbar |
Perang Kamang medorong serangkaian peperangan melawan penjajah Belanda di Minangkabau.
KAMANG, kiprahkita.com - Untuk mengenang perjuangan heroik para pahlawan menentang Penjajah Belanda, khusus dalam Perang Kamang yang meletus 115 tahun lalu, warga Kamang menggelar upacara bendera.
Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat Jasman Rizal, menjadi inspektur upacara dalam rangka Peringatan Perang Kamang ke-115, Kamis (15/6), di halaman Kantor Camat Kamang Magek, Kabupaten Agam.
"Kita jangan sampai lupa, negara ini berdiri di atas darah dan jiwa para syuhada, pejuang, dan pahlawan, salah satunya adalah darah dari para pejuang Perang Kamang yang gugur sebagai patriot bangsa," kata Gubernur Sumatera Barat Buya H. Mahyeldi Ansharullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Jasman.
Menurutnya, Perang Kamang adalah cikal bakal terjadinya serangkaian peperangan lainnya di Minangkabau, untuk melawan penjajah. Posisi peperangan ini, katanya, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia amat penting.
Gubernur menyebut, sesungguhnya masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau adalah antikekerasan dan peperangan. Namun ketika harga diri diinjak-injak dan dijajah, tegasnya, maka peperangan adalah langkah terakhir untuk menghentikannya.
Mengutip pemberitaan Biro Adpim Setdaprov Sumbar yang diakses Jumat (16/6), diperoleh informasi, gubernur menyebut, masyarakat Kamang Magek dan Sumbar secara umum, patut berbangga, karena pada zaman perjuangan dahulu, masyarakat daerah itu paling banyak melahirkan pahlawan nasional.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di Makam Pahlawan Perang Kamang, kemudian melepas peserta pawai alegoris Perang Kamang.(adpsb; ed. mus)

0 Komentar