Kelurahan Tanah Pak Lambiak memiliki khazanah budaya beragam. Selain adat budaya dan kesenian Minangkabau, ada pula Reog Ponorogo dan Tortor.
PADANG PANJANG, kiptahkita.com - Dua seni budaya Nusantara unjuk kebolehan di Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Kecamatan Padang Panjang Timur, yaitu Reog Ponorogo asal Jawa dan Tari Tortor asal Tapanuli.
Kedua bentuk kesenian itu disuguhkan kelompok Basatu Jawa Minang dan Batak (Bajamba), Senin (5/6), saat menyambut kunjungan lapangan Tim Penilai Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi, dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Sumbar Umi Harneldi Mahyeldi.
Usai prosesi penyambutan, Umi dan rombongan langsung menyimak ekspos Ketua TP-PKK Kelurahan Selvia Helvina dan melakukan verifikasi lapangan.
Pada Pokja I dengan program kegiatan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Gotong Royong, dilaporkan program unggulannya di antaranya Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi) melakukan kegiatan Bajamba Gerakan 1821.
Melalui program ini, anak-anak mempunyai waktu bersama keluarga. Lalu program edukasi kepada sekolah dan PAUD yang ada di Kelurahan TPL agar terhindar dari kekerasan seksual.
Lalu ada pula Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) dengan menggerakkan remaja menjadi mandiri, melakukan permainan tradisional untuk mengalihkan dari gadget serta memberikan edukasi tentang penyelenggaraan jenazah. Serta Gerakan Tanah Pak Lambik Bergoro (G TARO) salah satu kegiatannya yaitu Sembako Lebaran Gratis dan Pembajian Takjil (Selebritis).
Di Pokja II yang dipusatkan pada RT 03, kegiatannya adalah mengembangkan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), mulai dari peminjaman modal usaha, pembinaan sampai pemasaran melalui media sosial.
Pokja III di RT 06, PKK bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menyediakan bibit yang akan ditanam di perkarangan rumah warga, penanggulangan stunting dengan memanfaatkan tanaman kale yang banyak mengandung kalsium dan vitamin, yang diolah menjadi jus kale, pudding kale, mie kale, keripik kale dan yupi kale.
Sedangkan kegiatan kesehatan yang dilakukan pada Pokja IV di antaranya lingkungan Hidup dan perencanaan sehat, melakukan pencegahan stunting dengan program Bapak Ibu Asuh Anak Stunting (Basunting).
Juga Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan perilaku hidup bersih dan sehatd engan cara Tiap Orang Tolak Rokok (Totok Rokok), Totok Punggung kepada Balita (Topung Balita), pemberian jus, pudding dan yupi kale di posyandu untuk cegah stunting.
Di sini, ada pula Gerakan Ibu Membuat Tempat Sampah (GIM Tempah), dan Siswa Cari Jentik (Si Centik) dengan menggerakan siswa mencari jentik di lingkungannya.(kominfopp/shintia; ed, mus)

0 Komentar