Serangkaian program telah terlaksana, namun ada tiga personil pimpinan Muhammadiyah Pessel gugur pada periode 2015-2022.
PAINAN, kiprahkita.com - Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pesisir Selatan (PDM Pessel) Mardani menjelaskan, pada periode 2015-2020 yang kemudian diperpanjang karena pandemi Covid-19 menjadi 2016-2022, PDM Pessel telah berhasil melaksanakan berbagai kegiatan dan program, sesuai kondisi yang sedang dihadapi.
“Ada tiga anggota pimpinan yang meninggal dunia dalam rentang waktu tersebut, yaitu almarhum Reddinal Saad, Zamzainir, dan Rajab,” jelas Mardani, Sabtu (10/6), di Komplek Pondok Pesantren Khairatul Hasanah Muhammadiyah Lakitan, Pesisir Selatan.
Mardani menyebutkan hal itu pada Musyawarah Pimpinan (Musypim) dalam rangka menyiapkan perangkat yang diperlukan, dalam rangka pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musyda) Muhammadah Pessel, Ahad (11/6).
Hadir Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat Buya Dr. H. Bakhtiar, Sekretaris H. Apris, MM., Wakil Ketua Buya H. Zaitul Ikhlas Saad, M.Si., Dr. Murisal, dan Jon Misfar, M.Pd.
Terkait dengan pelaksanaan musypim dan musyda, Mardani mengajak seluruh peserta dan penggembira agar selalu berpedoman kepada aturan yang ada, jangan sampai menyalahi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), demi kemajuan persyarikatan Muhammadiyah Pessel di masa yang akan datang.
Buya Bakhtiar dalam arahannya menekankan, menunaikan amanah jabatan dan tugas-tugas di Muhammadiyah bernilai jihad, dalam rangka menegakkan Islam di muka bumi.
“Jabatan itu adalah amanah. Harus dijalankan dengan sepenuh. Siapapun yang terpilih menjadi pimpinan, dia berkewajiban memikul dan menunaikan amanah itu,” katanya.
Ihwal kewajiban menunaikan amanah itu, menurut Bakhtiar, sudah termaktub di dalam Al-Quran, khususnya pada Surat Al-Anfal.
Menurutnya, PDM Pessel tercatat sebagai salah satu daerah di Sumbar yang memiliki jumlah cabang terbanyak. Itu artinya, kata dia, anggota Muhammadiyah juga terbanyak di daerah ujung selatan Provinsi Sumbar tersebut.
“Kewajiban pimpinan terpilih merangkul cabang dan membina anggota nanti. Amanah pembinaan terhadap anggota Muhammadiyah yang banyak itu harus dipertanggungjawabkan, baik di hadapan manusia maupun Allah SWT di akhirat kelak,” tegasnya.
Terkait dengan manajemen kepemimpinan di Muhammadiyah, Buya menegaskan, mengurus Muhammadiyah harus sepenuh hati, tidak boleh hanya sisa-sisa waktu saja, dan harus bersedia menyediakan waktu yang cukup untuk Muhammadiyah. Apalagi, mengurus Muhammadiyah itu adalah jihad, oleh sebab itu haruslah mampu menggerakan dan bekerja bersungguh-sungguh.
Pimpinan Muhammadiyah itu, imbuhnya, diharap menanamkan semangat berfastabiqul khairat di antara sesamanya dalam melaksanakan amanah kepemimpinan. Artinya, kata dia semua saling berpacu untuk melaksanakan program, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
Sekretaris PWM Sumbar Drs. H. Apris, MM menambahkan, musypim yang diikuti 76 orang pimpinan daerah dan cabang Muhammadiyah se-Pessel itu, berhasil menunaikan tugasnya, sehubungan dengan ditetapkannya 39 orang calon pimpinan. “Proses penetapannya berjalan lancar, ditetapkan secara aklamasi,” kata Apris.(rel/mus)

0 Komentar