PADANG, kiprahkita.com - Dalam penyebarluasan informasi, Muhammadiyah Sumatera Barat terlambat, tapi tidak tercecer. Masih ada waktu.
"Sejak beberapa tahun lalu, kita berupaya mengejar ketertinggalan itu. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar ingin, informasi aktivitas organisasi dapat diakses publik dengan mudah, cepat, tanpa terhalang waktu dan jarak," ujar Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar Dr. Bakhtiar, M.Ag.
BACA JUGA
- Paradigma Penyebarluasan Informasi dan Jurnalisme di Muhammadiyah Sumbar
- Muhammadiyah Sumbar Masuki Era Digitalisasi Informasi
- Jangan Pernah Berniat Menulis
Dalam percakapan khusus dengan tim reportase KiprahKita.com di ruangan kerjanya, Lantai II Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar Jl. Sawahan Padang, Bakhtiar menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan media agar Muhammadiyah se-Sumbar, bisa masuk ke dunia informasi yang kini sudah berpindah ke dunia maya.
Bakhtiar, didampingi Sekretaris Drs. H. Apris, MM dan Bendahara Muhammad Najmi mengakui, lantaran terlambat masuk ke era digitalisasi informasi itu, ada pihak yang sempat bertanya-tanya, terkait dengan pengelolaan kabar berita persyarikatan.
"Muhammadiyah di Sumbar itu besar. Ada ribuan amal usaha, sejak dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi. Ada rumah sakit, panti sosial, unit usaha ekonomi, organisasi otonom, dan prestasi-prestasi. Tokoh-tokoh dan anggota Muhammadiyah juga banyak jadi inovator dan motivator sukses di masyarakat. Tapi tidak terekspos dengan maksimal," ujarnya.
PWM Sumbar, imbuh Bakhtiar, menegaskan kepada seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah, amal usaha, dan organisasi otonom, kini tidak masanya lagi pelit berbagi informasi. Kegiatan Muhammadiyah yang berdampak luas terhadap masyarakat harus dipublikasikan, khususnya menggunakan media-media profesional.
Dia mengajak jajaran PDM dan pimpinan amal usaha, membuka akses komunikasi dengan kalangan jurnalis di daerah masing-masing, agar gerakan masif penyebarluasan kabar berita itu semakin mudah.
"Syaratnya ya, media penyebarluasan informasi itu melalui profesional. Sebab di media massa berbasis jurnalistik itu, tata cara kerjanya, mulai dari penghimpunan data sampai kepada penyajian, ditur dengan standar ketat kejurnalistikan. Tidak sama dengan media sosial yang kini sedang diminati," jelasnya.
Salah satu satu solusi taktis yang jadi pilihan PWM Sumbar, selain mengajak tidak pelit informasi dan menjalin hubungan baik dengan kalangan wartawan, kini juga sedang dikembangkan website resmi Muhammadiyah Sumbar pada alamat pwmsumbar.or.id. Melalui website itu, ujarnya, diharap akan tersaji segala informasi yang diperlukan publik tentang Muhammadiyah di Sumatera Barat.
Website itu dikembangkan Tim Media Kreatif PWM Sumbar. Untuk mendukung kegiatan di lapangan, baik peliputan kegiatan maupun penghimpunan data-data informasi publik yang akan dirilis, pihaknya juga sudah melatih puluhan calon reporter, berasal dari daerah-daerah Muhammadiyah dan organisasi otonomnya se-Sumbar.
"PWM Sumbar dapat dukungan penuh dari para jurnalis anggota Muhammadiyah untuk melatih calon reporter itu, di antaranya Wartawan Utama Musriadi Musanif; wartawan Harian Singgalang dan pemilik beberapa web berita. Untuk melatih admin dan IT website, salah seorang kader Muhammadiyah Sumbar yang bergerak di bidang IT di Malang, Jawa Timur; Nova Indra, telah turun melatih dan mendampingi hingga beberapa bulan ke depan," sebutnya.
Selain admin khusus dan tim kreatif, konten-konten berita, feature, artikel, dan informasi publik lainnya yang akan diterbitkan di web resmi tersebut, PWM Sumbar akan membentuk tim redaksi. "Redaksinya sedang kita siapkan, mudah-mudahan bisa cepat tuntas, lalu kita kukuhkan bersamaan dengan launching website. Semoga Allah memudahkan dan warga Muhammadiyah se-Sumbar memberi dukungan maksimal," ucapnya.(mus)

0 Komentar