Pemko Padang Gelar Pasar Murah Terpadu di Plaza Andalas, Dorong Stabilitas Harga dan Pelayanan Publik
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, yang menilai kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaannya sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
![]() |
Menurut Raju, keterlibatan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta mitra perbankan menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan layanan yang terintegrasi bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti pemilihan hari Sabtu sebagai waktu pelaksanaan yang dinilai tepat, karena memberikan kesempatan bagi masyarakat yang sibuk pada hari kerja untuk memanfaatkan layanan yang tersedia.
“Pelayanan di hari kerja itu sudah biasa. Namun ketika dilakukan di hari libur seperti Sabtu, masyarakat justru memiliki waktu lebih untuk datang dan memanfaatkan layanan. Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk rakyat,” ujarnya.
Raju menambahkan, kehadiran langsung para kepala OPD dalam kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemko Padang dalam mengawal peningkatan pelayanan publik secara langsung di tengah masyarakat.
Pasar Murah Terpadu ini, lanjutnya, bertujuan untuk melakukan intervensi pasar guna menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting bagi warga. Program ini turut didukung oleh Bank Indonesia, Bulog, serta Bank Nagari Cabang Pasar Raya.
Tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai layanan publik dari instansi terkait, sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan dalam satu lokasi.
Lebih jauh, Raju menilai kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan. Ramainya pengunjung di Plaza Andalas selama kegiatan berlangsung dinilai ikut menggerakkan sektor perdagangan di lokasi tersebut.
“Dengan adanya pasar murah ini, masyarakat tidak hanya berbelanja kebutuhan pokok atau mengakses layanan publik, tetapi juga ikut meramaikan tenant-tenant lain. Ini kolaborasi yang saling menguntungkan,” jelasnya.
Ke depan, Raju berharap pola kolaborasi antar-OPD dan instansi vertikal seperti ini dapat terus diperkuat dan menjadi model dalam pelaksanaan program pelayanan publik lainnya.
“Jika bekerja sendiri-sendiri, dampaknya terbatas. Namun dengan kolaborasi, manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.*

0 Komentar