Sebanyak 1.000 lembar masker dibagikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kota Padang Panjang kepada masyarakat di enam titik keramaian, Kamis (22/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk membantu melindungi warga dari dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan penurunan kualitas udara.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Rio de Ronsard mengatakan, pembagian masker merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama pada saluran pernapasan.




“Kabut asap karhutla membuat kualitas udara menurun dan dapat berdampak pada kesehatan pernapasan. Karena itu, BPBD membagikan masker kepada masyarakat sebagai upaya perlindungan sekaligus edukasi agar warga disiplin memakai masker saat berada di luar ruangan,” ujarnya.


Pembagian masker menyasar enam lokasi dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, yakni Simpang Serambi, Simpang AB Mart, Simpang Tanah Hitam, Simpang Kebun Sikolos, kawasan kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, serta kawasan depan Gedung M. Sjafei.


Dari total 1.000 lembar masker yang disiapkan, sebanyak 300 lembar dibagikan di kawasan depan M Sjafei. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu akses menuju pasar, sehingga edukasi mengenai perlindungan pernapasan dinilai penting bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan itu.


Sementara itu, persimpangan jalan dan kawasan kampus ISI menjadi sasaran pembagian karena merupakan titik dengan aktivitas dan mobilitas warga yang cukup tinggi.


Melalui kegiatan ini, BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara memburuk. (mg/irma)*