PCIM-PCIA Malaysia Buka Akses Pendidikan bagi Anak Pekerja Migran Indonesia

MALAYSIA — Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia terus menunjukkan kiprahnya dalam membangun gerakan persyarikatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia di Malaysia. Salah satu perhatian yang terus diperkuat adalah akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.


PCIM-PCIA Malaysia memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah PCIM di luar negeri. Jika pada umumnya kepengurusan PCIM banyak diisi mahasiswa atau kalangan akademisi, PCIM-PCIA Malaysia justru banyak diisi oleh pekerja migran Indonesia yang berada di Malaysia.


Buka Akses Pendidikan bagi Anak Pekerja Migran Indonesia



Kondisi tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Malaysia. Para pekerja migran tidak hanya menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga aktif berkontribusi dalam gerakan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan.


Secara resmi, PCIM Malaysia berdiri sejak 2007. Seiring perjalanan waktu, organisasi ini berkembang cukup dinamis dengan berbagai program yang dijalankan secara terencana dan berkelanjutan.


Perkembangan tersebut tidak hanya terlihat dari semakin beragamnya kegiatan PCIM-PCIA Malaysia, tetapi juga dari tumbuhnya struktur persyarikatan di tingkat akar rumput. Saat ini telah terdapat sejumlah Pimpinan Ranting Istimewa (PCI) Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah di Malaysia.


Di bidang pendidikan, perhatian terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian PCIM-PCIA Malaysia. Akses pendidikan menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak yang berada dalam lingkungan keluarga pekerja migran agar mereka tetap mendapatkan kesempatan belajar dan tumbuh secara optimal.


Kehadiran program-program pendidikan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan Muhammadiyah di luar negeri tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga berupaya menjawab persoalan nyata yang dihadapi warga Indonesia di perantauan.


Dengan basis anggota yang banyak berasal dari pekerja migran, PCIM-PCIA Malaysia memiliki kedekatan langsung dengan dinamika kehidupan masyarakat Indonesia di Malaysia. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menghadirkan gerakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga, khususnya dalam bidang pendidikan dan sosial.


Perjalanan sejak 2007 hingga kini menunjukkan bahwa PCIM-PCIA Malaysia terus bertumbuh sebagai bagian dari jaringan Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat internasional. Penguatan program dan berkembangnya PCI Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah menjadi indikasi bahwa gerakan tersebut semakin mengakar di tengah komunitas Indonesia di Malaysia.


Versi Ringkas

PCIM-PCIA Malaysia Buka Akses Pendidikan bagi Anak Pekerja Migran Indonesia

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PCIM-PCIA) Malaysia bagaikan anomali, jika yang lain mayoritas diisi mahasiswa, PCIM-PCIA Malaysia banyak diisi pekerja migran.

Berdiri secara resmi sejak 2007, PCIM Malaysia kini menjadi salah satu PCIM yang berkembang cukup dinamis. Program-program dijalankan dengan terencana, bahkan kini sudah ada beberapa Pimpinan Ranting Istimewa (PCI) Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah.*

Posting Komentar

0 Komentar