Empat Tren Kamar Tidur yang Mulai Ditinggalkan, Simplicity Kini Jadi Pilihan

JAKARTA , kiprahkita.com Tren desain interior terus mengalami perubahan, termasuk dalam penataan kamar tidur. Sejumlah gaya yang sempat populer beberapa tahun terakhir kini mulai ditinggalkan dan digantikan konsep yang lebih hangat, sederhana, serta mengutamakan kenyamanan.


Dikutip dari Better Homes & Gardens, sedikitnya ada empat tren kamar tidur yang kini dinilai sudah ketinggalan zaman.




Tren pertama adalah penggunaan skema warna abu-abu. Warna yang sebelumnya identik dengan gaya modern dan minimalis itu kini dianggap menghadirkan kesan dingin serta datar. Sebagai gantinya, para desainer lebih menyarankan warna-warna netral hangat seperti taupe, warna pasir, dan putih krem yang mampu menciptakan suasana lebih nyaman sekaligus mudah dipadukan dengan berbagai furnitur.


Tren berikutnya adalah penggunaan perabotan bercermin, seperti meja samping tempat tidur atau lemari dengan lapisan kaca cermin. Furnitur jenis ini mulai ditinggalkan karena dianggap kurang memberikan karakter pada ruangan. Sebagai alternatif, furnitur berbahan kayu atau yang memiliki sentuhan akhir alami dinilai mampu menghadirkan kesan lebih hangat dan berkarakter.


Selain itu, konsep tempat tidur serba putih juga mulai kehilangan pamornya. Tampilan yang seluruhnya didominasi warna putih kini dinilai terasa kaku dan kurang ramah. Sebagai gantinya, penggunaan motif, tekstur, wallpaper, serta perpaduan warna yang lebih berani semakin banyak dipilih untuk menciptakan suasana kamar yang lebih hidup.


Tren terakhir adalah penggunaan bantal dekoratif dalam jumlah berlebihan. Jika sebelumnya tumpukan bantal hias dianggap sebagai pelengkap tampilan tempat tidur, kini gaya tersebut dinilai kurang praktis. Desain kamar tidur modern justru mengedepankan kesederhanaan dengan jumlah aksesori yang lebih sedikit, garis desain yang bersih, dan furnitur yang fungsional.


Secara keseluruhan, arah tren desain kamar tidur saat ini mengutamakan kenyamanan, kehangatan, dan kesederhanaan. Ruang istirahat tidak lagi ditata hanya untuk tampil menarik, tetapi juga agar terasa lebih fungsional dan mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.*

Posting Komentar

0 Komentar