Guru Madrasah di Tanah Datar Didorong Adaptif Hadapi Era Disrupsi Teknologi

 

TANAH DATAR, kiprahkita.com Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 yang dirilis Bappenas memproyeksikan bahwa disrupsi teknologi akan menggantikan lebih dari 10% tenaga kerja tradisional melalui AI dan otomasi. Meski banyak pekerjaan akan berubah, profesi guru tetap akan bertahan namun hanya mereka yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi yang mampu memenangkan persaingan di era globalisasi.


Peningkatan kompetensi guru kini menjadi fokus utama bagi Kantor Kemenag Tanah Datar demi menghadapi tantangan perubahan zaman. Dalam agenda pembinaan ASN bagi Guru dan Tenaga Kependidikan di MTsN 5 Tanah Datar, peran pendidik diminta untuk berkembang menjadi seorang generalis yang cakap di luar bidang spesialisasi utamanya.


Guru Madrasah di Tanah Datar Didorong Adaptif



"Struktur kurikulum madrasah termasuk terberat karena adanya beban ganda," terang H. Hendri Pani Dias dalam arahannya. Beliau menambahkan bahwa siswa harus menyelesaikan materi kurikulum nasional sekaligus mata pelajaran agama yang kompleks, sehingga guru dituntut menjadi sosok 'super power' yang mampu mengajarkan praktik Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan deep learning.


Bappenas mencatat bahwa dalam sepuluh tahun ke depan, fokus lapangan kerja akan bergeser ke sektor STEM, ekonomi hijau, dan digitalisasi. Guru yang tidak mampu menguasai teknologi diprediksi akan tertinggal dan kesulitan memenuhi tuntutan proses serta capaian pembelajaran yang semakin modern.


Dalam momen pembinaan tersebut, H. Hendri Pani Dias juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang dimulai dari kualitas pendidik itu sendiri. "Kita mau guru-guru kita hebat semua, yang outputnya siswa yang cerdas juga berkarakter," tegas H. Hendri Pani Dias saat menutup arahannya.


Selain pembinaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan Wakil Kepala Madrasah MTsN 5 Tanah Datar yang baru. Para wakil kepala madrasah ini dituntut untuk mampu menyusun pemetaan data (mapping) yang komprehensif, mulai dari SDM guru, siswa, hingga perencanaan sarana prasarana madrasah.


Adapun jajaran yang resmi dikukuhkan yakni Jubbarniati, S.Pd sebagai Wakil Bidang Kurikulum, serta Afnur Marita, S.Pd sebagai Wakil Bidang Kesiswaan. Turut dikukuhkan pula Syahrial B, S.Pd sebagai Wakil Bidang Sarana dan Prasarana, serta Risson Effendi, S.P yang dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Bidang Hubungan Masyarakat.*

Posting Komentar

0 Komentar