MANADO, kiprahkita.com –Ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis), yang dijuluki sebagai "fosil hidup", kembali ditemukan di perairan Sulawesi Utara. Setelah sebelumnya ditemukan di perairan Gorontalo Utara pada Januari 2025, spesies langka tersebut kini kembali muncul di sekitar Pulau Siladen, Kota Manado.
Meski merupakan spesies yang sama, penemuan terbaru memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan dengan temuan sebelumnya, mulai dari lokasi, kondisi ikan saat ditemukan, hingga penanganan yang dilakukan setelah spesimen diamankan.
Ditemukan di Lokasi Berbeda
Spesimen pertama ditemukan oleh nelayan Oskar Kaluku di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, pada 16 Januari 2025. Saat itu, ikan sepanjang sekitar satu meter dengan berat mencapai 41 kilogram ditemukan dalam kondisi mati sebelum kemudian diamankan untuk kepentingan penelitian.
Sementara itu, penemuan terbaru terjadi di perairan Pulau Siladen, Kota Manado, pada Jumat (26/6/2026). Ikan tersebut ditemukan seorang nelayan yang sedang memancing di sekitar kawasan perairan Pulau Siladen.
Keberadaan ikan langka itu kemudian menjadi perhatian publik setelah foto dan videonya beredar luas di media sosial.
Kondisi Penemuan Berbeda
Selain lokasi, kondisi saat kedua spesimen ditemukan juga berbeda.
Coelacanth yang ditemukan di Gorontalo langsung menjadi objek penelitian ilmiah dan hingga kini masih diteliti oleh para peneliti.
Sedangkan penyebab Coelacanth yang ditemukan di Pulau Siladen hingga muncul ke permukaan laut masih belum diketahui.
Ketua International Coelacanth Research Center and Museum, Prof. Ir. Kawilarang W.A. Masengi, membenarkan penemuan tersebut.
"Iya benar," ujarnya.
Menurut Masengi, setelah menerima laporan dari masyarakat, Balai Taman Nasional Bunaken segera mengevakuasi spesimen tersebut.
"Ikan sudah dijemput. Diambil oleh pihak Balai Taman Nasional Bunaken dan saat ini dititipkan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado," katanya.
Berharga bagi Dunia Ilmu Pengetahuan
Meski ditemukan pada waktu dan lokasi berbeda, kedua spesimen memiliki nilai penting bagi penelitian ilmiah.
Coelacanth yang ditemukan di Gorontalo masih diteliti oleh tim peneliti Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Penelitian mencakup analisis genetika, kandungan isi perut, struktur sisik, lubang hidung, hingga anatomi kepala menggunakan teknologi endoskopi dan CT-Scan.
Hasil penelitian tersebut diharapkan mampu mengungkap informasi baru mengenai genetika, pola makan, serta karakteristik anatomi Latimeria menadoensis, yang hingga kini masih sangat terbatas.
Sementara itu, penemuan terbaru di Pulau Siladen diperkirakan akan menambah data mengenai persebaran dan keberadaan spesies tersebut di perairan Sulawesi Utara.
Habitat Penting Coelacanth
Coelacanth Sulawesi (Latimeria menadoensis) pertama kali diperkenalkan kepada dunia setelah ditemukan di perairan Manado pada 1997. Sejak saat itu, spesies ini menjadi salah satu ikan paling langka yang mendapat perhatian para ilmuwan.
Penemuan di Gorontalo pada 2025, disusul kemunculan kembali di Pulau Siladen pada 2026, semakin memperkuat dugaan bahwa kawasan perairan utara Sulawesi merupakan habitat penting bagi ikan purba yang telah bertahan sejak jutaan tahun lalu tersebut.
Temuan-temuan ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan ilmiah sekaligus mendukung upaya konservasi salah satu spesies laut paling langka di dunia.*

0 Komentar