SURAKARTA, kiprahkita.com –Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dahlan Rais, menegaskan bahwa masjid Muhammadiyah harus terus dikembangkan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan akhlak, dan penggerak kemajuan peradaban.
Hal itu disampaikan saat membuka Training of Trainers (ToT) Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) di Pesantren Mahasiswa Internasional KH Mas Mansur, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jumat (26/6/2026).
![]() |
| Dahlan Rais |
Menurut Dahlan, fungsi masjid tidak boleh dibatasi hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah ritual. Masjid harus mampu berperan lebih luas dalam mencerdaskan umat dan membangun masyarakat yang berkemajuan.
"Yang pasti masjid ini harus menjadi bagian yang teramat penting, yaitu bagaimana masjid bisa melekat dengan perkembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.
Ia menegaskan, kemajuan suatu peradaban selalu berakar pada penguasaan ilmu. Karena itu, masjid perlu menjadi basis pembentukan masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dahlan mengingatkan bahwa sejak masa Rasulullah SAW, masjid telah menjalankan fungsi yang sangat strategis. Saat hijrah dari Makkah ke Madinah, Nabi Muhammad SAW terlebih dahulu membangun Masjid Quba sebagai fondasi kehidupan umat.
Menurutnya, pada masa itu masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, musyawarah, serta perumusan berbagai kebijakan.
"Kala itu masjid juga digunakan sebagai pusat ibadah, pusat pemerintahan, sekaligus pusat keilmuan dan kebijakan," katanya.
Ia menilai model pengelolaan masjid pada masa Rasulullah perlu menjadi inspirasi bagi masjid-masjid Muhammadiyah saat ini. Masjid diharapkan mampu melahirkan gagasan, memperkuat kapasitas umat, serta menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang berkemajuan.
Karena itu, Dahlan berharap masjid Muhammadiyah dapat berkembang menjadi pusat percontohan peradaban yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, ia juga menekankan pentingnya peran masjid dalam membentuk karakter dan akhlak umat.
Menurut Dahlan, krisis keteladanan yang terjadi saat ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui penguatan dakwah berbasis masjid.
"Akhlak masa kini pun juga dalam keadaan amburadul. Kehilangan keteladanan, kehilangan kesederhanaan, bahkan kehilangan kejujuran," tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengelola masjid Muhammadiyah untuk terus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah yang mencerahkan, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat pembinaan akhlak, sekaligus pusat lahirnya keteladanan sosial.
"Masjid Muhammadiyah harus menjadi pusat percontohan peradaban yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas," pungkasnya.*

0 Komentar