JAKARTA, kiprahkita.com –Pemerintah kembali melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan pemangkasan tersebut tidak akan berdampak pada jumlah penerima manfaat program.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dana yang dipangkas berasal dari anggaran cadangan di Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).
![]() |
| Pangkas Anggaran MBG Rp 67 T |
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan.
Menurut Purbaya, hingga saat ini realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari total kebutuhan anggaran. Sejalan dengan arahan Presiden, pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran MBG dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun pada tahun ini.
Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa efisiensi difokuskan pada belanja operasional yang tidak berkaitan langsung dengan pelaksanaan program.
"Pemangkasan untuk pengadaan yang tidak berkait dengan jumlah penerima manfaat," kata Nanik, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, penghematan juga dilakukan pada pos perjalanan dinas, penyelenggaraan kegiatan di hotel, serta berbagai kebutuhan operasional lainnya.
"Selain pengadaan, yang dikurangi adalah perjalanan dinas, acara-acara di hotel. Pokoknya operasional hanya tinggal gaji karyawan saja," ujarnya.
Dengan demikian, BGN memastikan layanan program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat tetap berjalan sesuai target, sementara efisiensi difokuskan pada belanja pendukung yang dinilai tidak memengaruhi manfaat langsung bagi penerima program.*

0 Komentar