Siswa SMP Negeri 1 Kinali Ikuti Sosialisasi Anti Narkoba

PASAMAN BARAT, kiprahkita.com Praktisi Kesehatan Pasaman Barat dan Tim Dokter RSUD Pasaman Barat, Widodo,, melakukan Sosialisasi Anti Narkoba di SMP Negeri 1 Kinali. Widodo katakan, "Kendati untuk urusan tertentu, bahan Narkoba dibutuhkan untuk tindakan medis di rumah sakit atau Puskesmas."




Namun, katanya, mengonsumsi Narkoba, memiliki bahaya dan merusak diri setiap orang yang mengonsumsinya. Bahaya utama Narkoba adalah kerusakan otak permanen, gangguan fungsi organ vital, gangguan mental parah, hingga risiko overdosis yang berujung pada kematian. 


Ketua DPD GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkoba) Pasaman Barat, Pramana Yose, didampingi Sekretaris, Junny Surya Dona, Senin (27/7) katakan , pencerahan yang disampaikan pada Sosialisasi Anti Narkoba bagi siswa SMP Negeri 1 Kinali  itu, merupakan agenda lanjutan, setelah beberapa hari lalu melaksanakan kegiatan serupa di beberapa lembaga pendidikan se Pasaman Barat.


Sosialisasi anti Narkoba dan Narkolema (Narkoba Lewat Mata) bersama tiga pemateri, yaitu Dokter Widodo, tim BNN (Badan Narkotika Nasional), dan pihak GIAN Pasaman Barat.


Zat-zat adiktif di dalam narkoba, lanjut Widodo  merusak sistem saraf pusat dan mengubah cara kerja tubuh secara drastis. Berikut adalah rincian dampak negatif penyalahgunaan narkoba berdasarkan aspek kesehatan fisik dan mental: 


Kerusakan fisik dan organ tubuh, kerusakan otak: Memicu penyusutan otak, stroke, serta menurunkan kemampuan berpikir dan mengingat.


Gangguan Jantung: Zat stimulan seperti kokain meningkatkan risiko serangan jantung, aritmia, dan gagal jantung mendadak. Penularan Penyakit Infeksi: Berbagi jarum suntik meningkatkan risiko tertular virus mematikan seperti HIV/AIDS dan Hepatitis.


Konsumsi ekstasi memicu ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan kejang dan kerusakan ginjal. Kerusakan Hati dan Paru: Memicu kegagalan fungsi hati dan gangguan pernapasan kronis.


Gangguan Kesehatan Mental dan Psikis. Kecanduan (Adiksi): Mengubah kimia otak sehingga pengguna kehilangan kendali diri dan selalu menuntut dosis yang lebih tinggi. Halusinasi dan Paranoid: Pengguna melihat atau mendengar hal fiktif, serta mengalami rasa takut yang berlebihan.


Gangguan Mental Berat: Memicu atau memperburuk depresi, kecemasan akut, hingga skizofrenia (gangguan jiwa berat). Hilang Ingatan: Zat psikoaktif tertentu memicu kebingungan linglung dan hilangnya memori jangka pendek. (gmz)

Posting Komentar

0 Komentar