PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Muhammadiyah. Dr. Derliana, MA, Kepala MA KM sekaligus Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, mengikuti Rapat Kerja Duta Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia yang berlangsung di Jawa Tengah pada 23-25 Juli 2026. Umi Derliana adalah salah satu dari 27 Kepala Madrasah yang ditetapkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
![]() |
| Duta Madrasah, Dr. Derliana, MA, Ikuti Rapat Kerja Nasional |
Pembentukan Duta Madrasah Muhammadiyah merupakan bagian dari upaya strategis Majelis Dikdasmen untuk meningkatkan mutu dan daya saing madrasah di lingkungan Muhammadiyah. Saat ini, terdapat sekitar 1.725 madrasah Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bila ditambahkan dengan Raudhatul Athfal (RA), maka jumlahnya menjadi 1.985 Madrasah Muhammadiyah.
Dalam Rapat Kerja (Raker) Duta Madrasah yang digelar di BBGTK Jawa Tengah ini ditegaskan bahwa para duta madrasah Muhammadiyah akan berperan sebagai agen perubahan dan fasilitator untuk memajukan madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Tugas utama mereka meliputi penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, peningkatan kualitas dan kuantitas madrasah, serta pengembangan strategi sukses penerimaan murid baru .
Penunjukan Dr. Derliana bukan tanpa alasan. Kiprahnya di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah telah membuktikan kemampuannya dalam memajukan lembaga pendidikan. Di bawah kepemimpinannya, MTs KM dan MA KM Kauman menunjukkan berbagai prestasi membanggakan, mulai dari raihan juara dalam OSN hingga juara robotik internasional di Malaysia. Begitu juga tamatan MA KM telah berhasil melanjutkan ke 12 negara. Bahkan tamatan 2026, ada santrinya yang lolos di 18 Universitas luar negeri. hingga keberhasilan para santri diterima di puluhan universitas bergengsi dunia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa santri Kauman tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di bidang teknologi dan kancah global .
Dr. Derliana juga dikenal aktif dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan. Ia terlibat langsung dalam persiapan implementasi Kurikulum Merdeka di lingkungan pesantren sejak tahun 2022, menjadi fasilitator Pembelajaran Mendalam dan KKA, pengurus Forum Muhammadiyah Pusat, serta Asesor Pesantren Muhammadiyah Indonesia. Selain itu, komitmennya terhadap pendidikan berwawasan global terlihat dari penyelenggaraan Haflah Khatam Tahfidz Al-Qur’an & Hadits Mi'ah Bukhari yang melahirkan santri berprestasi yang siap menjadi delegasi peradaban Islam masa depan .
Saat dikonfirmasi terkait amanah barunya, Dr. Derliana menyampaikan rasa syukur dan tekadnya. "Amanah ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing madrasah Muhammadiyah agar mampu bersaing secara global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman," ujarnya .
Dengan terpilihnya Dr. Derliana, diharapkan madrasah-madrasah Muhammadiyah di Indonesia dapat semakin maju, unggul, dan berwawasan global, sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. (TR)

0 Komentar