SUMPURKUDUS, kiprahkita.com –Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Wirid Akbar dalam rangka Semarak Milad 109 Tahun ‘Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sumpur Kudus, bertempat di Masjid Buya Syafii Maarif, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Meski secara struktural diselenggarakan di tingkat Cabang, gaung acara ini ternyata mampu menarik perhatian hingga tingkat kabupaten, ditandai dengan hadirnya sejumlah tamu undangan dari unsur Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah, sesepuh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan instansi pemerintah setempat.
Sejak pagi, halaman dan aula lokasi acara sudah dipadati oleh ratusan Ibu-ibu dari berbagai nagari yang datang dengan penuh semangat. Wajah-wajah antusias tampak jelas sepanjang acara berlangsung, mulai dari sesi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, hiburan penampilan grup rebana dari Ibu-ibu Ranting nagari Silantai, hingga puncak acara berupa Tausiyah Akbar. Kehadiran jamaah dalam jumlah besar ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat ber-‘Aisyiyah di kalangan akar rumput masih sangat kuat, bahkan semakin bertumbuh dari tahun ke tahun.
Sesuatu yang membedakan kegiatan ini dari Wirid akbar pada umumnya adalah kemasannya yang lebih variatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Panitia tidak hanya menghadirkan forum pengajian, tetapi mengemasnya menjadi rangkaian kegiatan yang lebih hidup dan bermanfaat secara langsung bagi jamaah.
Salah satu daya tarik utama adalah bazar UMKM yang menampilkan aneka produk hasil karya Ibu-ibu ‘Aisyiyah dari masing-masing nagari. Beberapa lapak berjajar rapi menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas rumahan, kudapan tradisional, kerajinan tangan, produk fesyen, hingga hasil olahan pangan lokal. Bazar ini menjadi ajang unjuk kreativitas sekaligus sarana promosi bagi para pelaku usaha mikro perempuan, sekaligus mempertegas komitmen ‘Aisyiyah dalam mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis potensi lokal desa.
Tidak hanya itu, panitia turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang terselenggara berkat kerja sama dengan Puskesmas setempat. Berbagai layanan seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, dan konsultasi kesehatan dasar disediakan secara cuma-cuma bagi seluruh jamaah yang hadir. Layanan ini mendapat sambutan sangat positif, terlihat dari antrean panjang Ibu-ibu yang dengan sabar menunggu giliran untuk memeriksakan kondisi kesehatannya di sela-sela mengikuti rangkaian Wirid akbar.
Perpaduan antara dakwah, ekonomi umat, dan layanan kesehatan dalam satu rangkaian acara ini menjadikan Wirid Akbar Semarak Milad 109 Tahun ‘Aisyiyah terasa lebih menyeluruh, tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga aspek sosial dan kesejahteraan jamaah secara langsung.
Puncak acara ditandai dengan Tausiyah Akbar yang disampaikan oleh penceramah dari Badan Pembina Pesantren, Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Buya Suharman, S. Ag., MA. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema besar dakwah kemanusiaan sebagai landasan utama dalam mewujudkan masyarakat utama yang diridhai Allah SWT (khaira ummah). Bentuk koordinasi yang berkesinambungan antara Maarif institute lewat anak panah dengan pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa dakwah tidak boleh berhenti pada ranah ritual semata, melainkan harus terwujud dalam kepedulian nyata terhadap sesama manusia, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun golongan. Nilai-nilai kemanusiaan ini disebut sebagai fondasi penting bagi gerakan ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam membangun peradaban yang berkemajuan, sebagaimana telah diteladankan sejak masa awal berdirinya organisasi.
Materi yang disampaikan dengan bahasa yang membumi dan mudah dipahami ini berhasil memikat perhatian jamaah. Suasana pengajian berlangsung khidmat namun tetap hangat, diselingi sesekali gelak tawa saat penceramah menyisipkan humor-humor ringan sebagai penyegar suasana.
Antusiasme jamaah semakin terlihat jelas pada sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Tidak sedikit Ibu-ibu yang mengangkat tangan untuk bertanya, baik seputar tema dakwah kemanusiaan yang disampaikan, maupun pertanyaan-pertanyaan seputar persoalan keagamaan sehari-hari yang selama ini menjadi keresahan mereka. Penceramah pun menanggapi setiap pertanyaan dengan penjelasan yang lugas, disertai dalil dan contoh-contoh kontekstual yang mudah dipahami oleh jamaah dari berbagai latar belakang usia dan pendidikan.
Antusiasme ini menjadi cerminan tingginya semangat menuntut ilmu di kalangan Ibu-ibu ‘Aisyiyah, sekaligus menegaskan bahwa forum-forum pengajian semacam ini masih sangat dibutuhkan sebagai ruang belajar dan bertanya bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan di tingkat akar rumput.
Wirid Akbar Semarak Milad 109 Tahun ‘Aisyiyah ini diharapkan dapat menjadi momentum penguatan silaturahmi antaranggota, sekaligus wujud nyata kontribusi ‘Aisyiyah dalam bidang dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Sijunjung, terkhusus di Sumpur Kudus. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari ikhtiar ‘Aisyiyah dalam menghadirkan dakwah yang membumi dan memberi manfaat nyata bagi umat.*

0 Komentar