PASAMAN BARAT, kiprahkita.com –Berdasarkan data yang dihimpun Tim BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2026 diketahui, angka pernikahan, termasuk Sumatera Barat tahun 2026, presentasenya menurun dari periode yang sama tahun ,2025, sekitar 15 persen.
![]() |
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, angka pernikahan secara umum maupun pernikahan usia anak/remaja (di bawah 19 tahun) menunjukkan, tren menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan ini mencakup angka perkawinan remaja yang turun drastis dari 28 per 1.000 remaja menjadi sekitar 14 per 1.000 remaja dalam satu dekade terakhir, kata Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Asriwan di kantor itu, Simpang Empat, Selasa (4/8).
Faktor Penyebab Penurunan
Kesadaran Pendidikan: Tingkat pendidikan masyarakat yang makin tinggi membuat pemuda menunda usia pernikahan. Kesiapan Mental dan Ekonomi: Banyak pemuda lebih memilih fokus pada karier dan kemandirian finansial sebelum berumah tangga.
"Sosialisasi batas usia. Dalam undang-undang meningkat, memicu edukasi masif tentang pencegahan nikah dini. Apakah Anda ingin mengetahui data rinci per kabupaten/kota di Sumatera Barat seperti Pasaman Barat fokus pada faktor usia tertentu.
Di jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, ulasnya, sebagai upaya pencegahan nikah usia dini, ulas Asriwan, melakukan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bersama siswa di satuan pendidikan yang ada.
BRUS, ulas Asriwan, adalah program bimbingan pranikah dari Kementerian Agama melalui KUA untuk memberi edukasi perencanaan masa depan, kesiapan mental, dan pencegahan pernikahan dini.
Sasaran utama program ini adalah para remaja usia sekolah tingkat SMA, SMK, MA, atau yang sederajat.Sasaran Program BRUS Remaja tingkat SMA / SMK / MA / sederajat.Pelajar remaja usia 15 hingga 19 tahun.
Remaja di lingkungan lembaga pendidikan umum maupun pesantren.Fokus Materi dan Tujuan Mencegah angka pernikahan dini dan risiko perceraian di masa depan.Memberikan pemahaman kesehatan reproduksi remaja.Membangun kesadaran pentingnya pendidikan dan kematangan emosional.Menghindari pergaulan bebas serta pengaruh negatif teknologi. (gmz)

0 Komentar