PADANG PANJANG, kiprahkita.com –MAN 3 Kota Padang Panjang menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Anti-Bullying MAN 3 Kota Padang Panjang yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk memperkuat budaya saling menghargai, peduli, dan menghormati perbedaan.
Kepala MAN 3 Kota Padang Panjang, Julpiadi Hutabarat, bersama seluruh warga madrasah berkomitmen menjadikan deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai gerakan nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan rasa aman bagi seluruh peserta didik.
Setiap peserta didik memiliki hak untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi tanpa rasa takut akibat tindakan perundungan. Karena itu, seluruh warga madrasah diajak untuk bersama-sama mencegah bullying, baik yang terjadi secara langsung maupun melalui media sosial.
Budaya saling menghargai, menjaga lisan, bijak bermedia sosial, serta menjadikan akhlakul karimah sebagai fondasi dalam berinteraksi menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam keseharian sehingga tercipta suasana belajar yang positif dan kondusif.
Deklarasi Anti-Bullying MAN 3 Kota Padang Panjang juga menjadi pengingat bahwa menciptakan madrasah yang aman merupakan tanggung jawab bersama. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan seluruh keluarga besar madrasah memiliki peran dalam membangun lingkungan yang bebas dari intimidasi dan kekerasan.
Dengan semangat “Stop Bullying! Mulai dari Diri Sendiri. Sebarkan Kebaikan, Tebarkan Kepedulian,” MAN 3 Kota Padang Panjang menegaskan komitmennya untuk terus membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter, empati, dan akhlakul karimah.
Sebab, madrasah yang hebat bukan hanya tempat mencetak peserta didik berprestasi, tetapi juga ruang pendidikan yang mampu menghadirkan rasa aman, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan karakter mulia.
Deklarasi anti-bullying ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi janji bersama untuk memastikan setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk belajar, bertumbuh, mengembangkan potensi, dan meraih prestasi tanpa rasa takut maupun tekanan akibat tindakan perundungan.
Melalui gerakan tersebut, warga MAN 3 Kota Padang Panjang diajak untuk membangun budaya saling menghargai dan menguatkan. Menjaga lisan, menghormati perbedaan, bijak dalam menggunakan media sosial, serta menjadikan akhlakul karimah sebagai landasan dalam setiap interaksi menjadi bagian penting dari komitmen tersebut.
Semangat anti-bullying juga diharapkan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari seluruh warga madrasah. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan seluruh unsur madrasah memiliki peran dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif dan kondusif.
Dengan deklarasi ini, MAN 3 Kota Padang Panjang menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, membangun empati, serta menghadirkan ruang belajar yang membuat setiap peserta didik merasa dihargai dan diterima.
“Stop Bullying! Mulai dari Diri Sendiri. Sebarkan Kebaikan, Tebarkan Kepedulian.”
Madrasah yang hebat bukan hanya madrasah yang mampu melahirkan peserta didik berprestasi, tetapi juga madrasah yang mampu menghadirkan rasa aman, menghargai setiap perbedaan, dan menumbuhkan generasi berkarakter mulia.*

0 Komentar