Filsafat, Filsafat Pendidikan, dan Filsafat Pendidikan Islam serta Penerapan Praktik Pendidikan di Madrasah

Oleh Yusriana

Tugas Filsafat dan Pemikiran Pendidikan

S2 UM Sumatera Barat

PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Filsafat, filsafat pendidikan, dan filsafat pendidikan Islam memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Filsafat merupakan dasar pemikiran kritis, logis, dan sistematis untuk memahami hakikat kehidupan, manusia, pengetahuan, serta nilai-nilai kebenaran.


Filsafat pendidikan merupakan cabang filsafat yang secara khusus mengkaji hakikat, tujuan, metode, dan nilai-nilai pendidikan. Sementara itu, filsafat pendidikan Islam adalah pengembangan pemikiran filosofis tentang pendidikan yang berlandaskan Al-Qur'an dan hadis, dengan tujuan membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.


 


Menurut Sholikhah (2020), filsafat pendidikan mengkaji berbagai persoalan mendasar dalam pendidikan, termasuk tujuan pembelajaran dan hubungan antara pendidik dengan peserta didik. Selanjutnya, Widya dkk. (2023) menjelaskan bahwa filsafat pendidikan Islam menjadikan ajaran Islam sebagai landasan dalam mengembangkan potensi manusia secara utuh. Dengan demikian, filsafat memberikan landasan berpikir, filsafat pendidikan mengarahkan penyelenggaraan pendidikan, sedangkan filsafat pendidikan Islam memberikan orientasi nilai dan tujuan berdasarkan ajaran Islam.


Dalam praktik pendidikan Islam saat ini, ketiganya dapat diterapkan melalui pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pengembangan potensi peserta didik, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Guru perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik sekaligus menanamkan kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, toleransi, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan Islam tidak cukup diukur melalui nilai ujian, tetapi juga melalui perkembangan akhlak dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.


Contoh Konkret Penerapan Filsafat Pendidikan Islam di Madrasah


Guru misalnya menghadapi persoalan perilaku peserta didik di kelas, kebiasaan mengutil atau mengambil uang temannya ketika jam olahraga. Dalam menghadapi persoalan tersebut, guru tidak cukup hanya memberikan teguran atau hukuman, tetapi perlu melakukan pembinaan karakter berdasarkan nilai-nilai Islam.


Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 29 yang melarang orang beriman mengambil atau memperoleh harta sesamanya dengan cara yang batil. Ayat ini dapat dijadikan landasan pendidikan untuk menanamkan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hak milik orang lain. Begitupun ayat Al Quran lain. Guru perlu menjelaskan bahwa mengambil barang tanpa izin merupakan perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.


Penerapannya dilakukan melalui pendekatan edukatif, seperti mengajak peserta didik memahami akibat perbuatannya, mengembalikan uang yang diambil, meminta maaf, dan membiasakan diri meminta izin sebelum menggunakan uang orang lain. Guru juga perlu mencari tahu faktor yang melatarbelakangi perilaku siswa, orang tua siswa perlu diberitahu, serta guru memberikan bimbingan tanpa mempermalukan peserta didik di hadapan teman-temannya.


Contoh ini menunjukkan bahwa filsafat memberikan landasan berpikir kritis dalam memahami perilaku peserta didik, filsafat pendidikan mengarahkan tujuan dan metode pembinaan, sedangkan filsafat pendidikan Islam menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber nilai dan pedoman pembentukan akhlak tersebut. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan pengetahuan, tetapi juga membentuk peserta didik yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan pentingnya: pendidikan Islam bukan sekadar menghukum anak yang melakukan kesalahan, melainkan juga membimbingnya agar memahami kesalahan, memperbaiki perilaku, dan membangun akhlak yang baik, akhlakul karimah.

Daftar Pustaka

Nata, A. (1997). Filsafat pendidikan Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Sholikhah, M. (2020). Hubungan antara filsafat dengan pendidikan. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 22–30. https://doi.org/10.52166/tabyin.v2i2.89

Widya, A., Sudarmin, Ainun Jariah, & Muhammad Ilham Akbar J. (2023). Hubungan filsafat dengan pendidikan Islam. Jurnal Saraweta.*

Posting Komentar

0 Komentar