Banyaknya Sampah pada Jam Istirahat di Madrasah, inilah Usaha yang Dapat Dilakukan

 Artikel Populeh Ilmiah, Fathia Khanza Elbarqy, Kelas 8G


 Pendahuluan (Definisi Umum) 


PADANG PANJANG, kiprahkita.com –Sampah merupakan benda atau barang yang sudah tidak digunakan lagi oleh manusia. Sampah dapat berasal dari berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk kegiatan siswa di lingkungan madrasah. Pada saat jam istirahat, banyak siswa membeli makanan dan minuman di kantin atau membawa bekal dari rumah. Kegiatan tersebut dapat menghasilkan sampah seperti bungkus makanan, plastik, biji buah dari makanan MBG, sedotan, dan tisu. Oleh karena itu, keberadaan sampah pada jam istirahat perlu diperhatikan agar lingkungan madrasah tetap bersih.




Banyaknya sampah pada jam istirahat merupakan salah satu masalah kebersihan yang dapat ditemukan di lingkungan madrasah. Sampah biasanya terlihat di sekitar kantin, halaman, dan tempat siswa berkumpul. Sebagian sampah berasal dari kemasan makanan dan minuman yang telah digunakan. Jika tidak segera dibuang pada tempatnya, sampah dapat membuat lingkungan terlihat kotor dan kurang nyaman. Kebersihan lingkungan madrasah merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah, termasuk siswa.


Banyaknya Sampah pada Jam Istirahat di Madrasah

(Deskripsi Bagian/Manfaat/Solusi) 


Berdasarkan pengamatan, jenis sampah yang banyak ditemukan pada jam istirahat adalah sampah anorganik. Sampah tersebut dapat berupa plastik pembungkus makanan, botol minuman, gelas plastik, dan sedotan. Selain itu, terdapat pula sampah organik seperti sisa makanan dan biji buah MBG. Sampah-sampah tersebut biasanya muncul setelah siswa selesai membeli atau mengonsumsi makanan. Banyaknya aktivitas siswa pada jam istirahat menyebabkan jumlah sampah menjadi lebih banyak dibandingkan waktu lainnya.


Salah satu penyebab banyaknya sampah adalah masih adanya siswa yang kurang memperhatikan kebersihan. Beberapa siswa terkadang meninggalkan bungkus makanan di tempat ia duduk setelah selesai makan. Ada juga siswa yang meletakkan sampah di atas meja, di laci meja atau di tempat lain sebelum akhirnya dibuang. Kebiasaan tersebut dapat membuat sampah menumpuk apabila tidak segera dibersihkan. Oleh sebab itu, kesadaran siswa untuk membuang sampah pada tempatnya sangat diperlukan.


Kondisi tempat sampah juga dapat memengaruhi kebersihan lingkungan madrasah. Tempat sampah yang tersedia perlu diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh siswa. Jika tempat sampah terlalu jauh, sebagian siswa mungkin memilih meletakkan sampah sembarangan. Tempat sampah yang penuh juga dapat menyebabkan sampah berserakan di sekitarnya. Karena itu, tempat sampah perlu diperiksa dan dikosongkan secara rutin.


Sampah yang berserakan dapat mengurangi kenyamanan warga madrasah. Lingkungan yang kotor dapat membuat siswa merasa kurang nyaman ketika belajar maupun beristirahat. Sampah yang menumpuk juga dapat menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan perlu dijaga setiap hari.


Sampah juga dapat memberikan dampak terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik membutuhkan waktu yang lama untuk terurai secara alami. Jika dibuang sembarangan, sampah tersebut dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air. Sisa makanan yang dibiarkan terlalu lama juga dapat menimbulkan bau dan mengundang hewan. Pengelolaan sampah yang tepat dapat membantu mengurangi dampak tersebut.


Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah membiasakan siswa membuang sampah sesuai dengan tempatnya. Siswa perlu membedakan sampah berdasarkan jenisnya jika madrasah menyediakan tempat sampah terpilah. Sampah organik dapat dipisahkan dari sampah anorganik agar lebih mudah dikelola. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan mulai dari hal-hal sederhana setelah membeli makanan atau minuman. Dengan kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus, kepedulian terhadap kebersihan dapat meningkat.


Madrasah juga dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi dapat dilakukan melalui pengumuman, poster, kegiatan kelas, atau pengarahan dari guru. Informasi tersebut dapat menjelaskan dampak membuang sampah sembarangan bagi lingkungan. Siswa juga dapat diberikan contoh cara mengurangi dan memilah sampah. Dengan adanya edukasi, siswa diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan.


Selain edukasi, kegiatan goro dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga kebersihan madrasah. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin dengan melibatkan siswa dan warga madrasah. Setiap kelompok dapat memperoleh tugas untuk membersihkan bagian tertentu dari lingkungan madrasah. Kegiatan goro juga dapat menumbuhkan sikap gotong royong dan tanggung jawab. Lingkungan yang bersih dapat membuat kegiatan belajar menjadi lebih nyaman.


Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai juga dapat membantu mengurangi jumlah sampah. Siswa dapat membawa botol minum dan tempat makan yang dapat digunakan kembali. Dengan cara tersebut, penggunaan botol dan wadah makanan sekali pakai dapat dikurangi. Kantin madrasah juga dapat mendukung kebiasaan tersebut dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik jika memungkinkan. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi sampah yang dihasilkan setiap hari.


Siswa dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Setiap siswa dapat memulai dari dirinya sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan. Siswa juga dapat mengingatkan teman dengan cara yang sopan apabila melihat sampah berserakan. Kebiasaan menjaga kebersihan sebaiknya dilakukan bukan hanya ketika ada guru yang mengawasi. Dengan demikian, kebersihan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari siswa.


Guru dan pihak madrasah juga memiliki peran dalam mengawasi kebersihan lingkungan. Guru dapat memberikan contoh dengan selalu menjaga kebersihan di sekitar tempat beraktivitas. Pihak madrasah dapat menyediakan tempat sampah yang cukup dan mudah ditemukan. Pengawasan dapat dilakukan terutama di area yang ramai saat jam istirahat. Kerja sama antara siswa, guru, dan pihak madrasah diperlukan agar masalah sampah dapat ditangani dengan baik.


 Penutup (Simpulan dan Saran) 


Banyaknya sampah pada jam istirahat merupakan masalah yang perlu diperhatikan oleh seluruh warga madrasah. Sampah tersebut sebagian besar berasal dari aktivitas siswa ketika membeli dan mengonsumsi makanan atau minuman. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat membuat lingkungan menjadi kotor dan tidak nyaman. Masalah tersebut dapat dikurangi melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan kerja sama seluruh warga madrasah, kebersihan lingkungan dapat lebih terjaga.


Sebaiknya setiap siswa memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan madrasah mulai dari hal kecil. Siswa dapat membawa tempat makan dan botol minum yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi sampah. Pihak madrasah juga sebaiknya menyediakan tempat sampah yang cukup dan melakukan pengawasan secara rutin. Kegiatan edukasi dan goro dapat dilakukan secara berkala agar kebiasaan menjaga kebersihan semakin terbentuk. Dengan usaha bersama, lingkungan madrasah dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh warga madrasah.


Fathia Khanza Elbarqy

Fathia Khanza Elbarqy merupakan seorang siswi yang sedang menempuh pendidikan di kelas VIII MTsN Padang Panjang. Ia tinggal di Kota Padang Panjang tepatnya di kelurahan kampung manggis. Fathia lahir pada 12 Februari 2013 dan saat ini berusia 13 tahun. Dalam kehidupan sehari-hari, Fathia tinggal bersama Abi yang bernama Afdhal Mubarak, Umi yang bernama Rohani, dan seorang adik yang bernama Fayyadh Atharizz Elbarqy.

Fathia memiliki berbagai kebiasaan, karakter, serta kemampuan yang berkembang seiring bertambahnya usia. Sebagai seorang pelajar, Fathia memiliki tanggung jawab untuk belajar dan mengikuti kegiatan sekolah dengan baik.

Fathia memiliki beberapa cita-cita yang ingin dicapai pada masa depan. Salah satu cita-cita tersebut adalah menjadi dokter hewan karena memiliki ketertarikan terhadap hewan. Fathia juga pernah memiliki empat ekor kucing yang lucu. Untuk mencapai cita-cita tersebut, pendidikan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Fathia berusaha mengembangkan kemampuan melalui kegiatan belajar di sekolah maupun di luar sekolah. Dengan usaha dan perubahan perilaku yang dilakukan secara bertahap, cita-cita tersebut diharapkan dapat tercapai. Aamiin YRA.

Fakta Diri

Fathia merupakan seorang pelajar yang mengikuti kegiatan pendidikan di madrasah. Fathia mengikuti organisasi English Club. Fathia memiliki keluarga yang terdiri atas orang tua dan seorang adik laki-laki. Fathia memiliki ketertarikan terhadap hewan sehingga dokter hewan menjadi salah satu cita-citanya. Fathia juga mengikuti kegiatan belajar dan berusaha menyelesaikan tugas sekolah.

Kalimat Subjektif atas Diri

Menurut pandangan pribadi, Fathia merupakan seseorang yang masih terus belajar mengenali dan memperbaiki diri. Fathia merasa memiliki beberapa sifat positif, tetapi masih terdapat perilaku yang perlu diperbaiki. Fathia merasa senang ketika dapat membantu orang lain dan menyelesaikan tugas dengan baik. Fathia juga menganggap bahwa kesalahan dapat menjadi pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan terus berusaha, Fathia berharap dapat berkembang menjadi seseorang yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan percaya diri.*

Posting Komentar

0 Komentar