Mahasiswa PAI Pascasarjana UM Sumbar Semangat Ikuti Kuliah Tatap Muka Perdana

PADANG, kiprahkita.com –Meski Asap Menyelimuti Sumbar, Mahasiswa PAI Pascasarjana UM Sumbar Tetap Semangat Ikuti Kuliah Tatap Muka Perdana


PADANG, KIPRAH KITA – Semangat menuntut ilmu ditunjukkan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) kelas 1C. Pada Sabtu (17/10/2026), sebanyak 22 mahasiswa mengikuti perkuliahan tatap muka perdana di Kampus Pasir Jambak, Padang.




Meski asap menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Barat, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk datang ke kampus dan mengikuti perkuliahan secara langsung. Pertemuan perdana ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk membangun kebersamaan, mempererat interaksi akademik, serta memulai perjalanan intelektual di jenjang pendidikan pascasarjana.


Perkuliahan perdana mata kuliah Filsafat dan Pemikiran Pendidikan Islam diampu oleh Dr. Ilham, S.Pd.I., M.A. dan Dr. Surya Afdal, M.Ag. Dalam pertemuan tersebut, Dosen Ilham mengawali perkuliahan dengan pola diskusi yang akrab dan interaktif. Suasana kelas berlangsung dinamis karena mahasiswa diajak untuk berpikir kritis, mengemukakan pendapat, serta menghubungkan pemikiran filosofis dengan realitas pendidikan Islam.


Salah satu pembahasan menarik dalam perkuliahan tersebut adalah hubungan antara wahyu, akal, dan realitas kehidupan umat Islam. Wahyu yang bersumber dari Al-Qur'an menjadi landasan utama dalam memahami ajaran Islam, sedangkan akal berperan penting dalam menelaah, memahami, dan mengembangkan pemikiran untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan.


Diskusi juga menyinggung perkembangan Islam dalam berbagai konteks sejarah dan peradaban, termasuk bagaimana Islam dipahami dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Pembahasan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat pendidikan Islam tidak hanya sebagai proses penyampaian pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai upaya membentuk manusia yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi perubahan zaman.


Dalam konteks filsafat pendidikan Islam, hubungan antara pendidikan dan kehidupan sosial turut menjadi perhatian. Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan realitas masyarakat. Karena itu, pemikiran pendidikan Islam perlu dikaji secara mendalam agar nilai-nilai wahyu dapat dipahami dan diwujudkan dalam kehidupan nyata.


Melalui pola diskusi yang familiar, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan memperkaya pemahaman bersama. Suasana perkuliahan yang terbuka membuat pembahasan terasa menarik sekaligus mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga berani mempertanyakan dan menganalisis persoalan pendidikan secara ilmiah.


Bagi mahasiswa pascasarjana, perkuliahan filsafat memiliki arti penting karena mengajak mereka memahami dasar-dasar pemikiran di balik praktik pendidikan. Seorang pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memahami tujuan pendidikan, landasan nilai, serta arah pembentukan manusia yang ingin diwujudkan melalui proses pendidikan.


Perkuliahan tatap muka perdana ini menjadi awal bagi mahasiswa PAI Pascasarjana UM Sumbar kelas 1C untuk menjalani proses akademik yang lebih mendalam. Semangat 22 mahasiswa yang hadir menjadi gambaran bahwa kesungguhan dalam menuntut ilmu tetap menjadi prioritas, meskipun kondisi lingkungan sedang menghadirkan tantangan.


Dengan dimulainya perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan wawasan keislaman, memperkuat kemampuan berpikir kritis, dan melahirkan pemikiran pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Bagi mereka, perjalanan akademik di pascasarjana bukan sekadar memenuhi kewajiban perkuliahan, melainkan juga menjadi ruang untuk memperkaya ilmu, bertukar gagasan, dan mempersiapkan diri sebagai pendidik yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam. Yusriana*

Posting Komentar

0 Komentar